Breaking News:

Berita Karanganyar

Sinyal Lampu Hijau Keberangkatan Umrah, Kemenag Karanganyar: Masih Pembahasan Aturan Baru

Kemenag masih melakukan pembahasan terkait mekanisme aturan baru menyusul adanya lampu hijau dari Pemerintah Arab Saudi soal keberangkatan umrah.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kantor Kemenag Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kemenag masih melakukan pembahasan terkait mekanisme aturan baru menyusul adanya lampu hijau dari Pemerintah Arab Saudi soal keberangkatan umrah bagi calon jemaah asal Indonesia. 

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Karanganyar, Sofyan Hadi menyampaikan, Indonesia telah mendapatkan izin dari pemerintah Arab Saudi terkait umrah.

Akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi seperti karantina, vaksinasi dan lainnya. 

Terkait aturan vaksin, vaksin jenis sinovac tidak termasuk sebagai syarat sah untuk dapat bepergian ke Arab Saudi termasuk kaitannya dengan umrah.

Baca juga: UMKM Didorong Bisa Naik Kelas, GP Ansor Jateng Data Usaha Anggota, Bikin Jejaring Pasar Se-Indonesia

Baca juga: Penerimaan PBB di Kota Semarang Tahun 2021 Anjlok, Pemkot Gandeng Kejari untuk Tagih Wajib Pajak

Baca juga: Dirut PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang Tanggapi Tuntutan Pendemo

Di sisi lain, vaksin jenis sinovac banyak disuntikan kepada masyarakat Indonesia. Meskipun belakangan masyarakat ada yang telah menerima vaksin jenis astrazeneca dan moderna. 

"Terkait itu (vaksin) memang menjadi isu krusial dan sebenarnya sinovac sudah diakui oleh WHO tapi memang Arab Saudi tidak memakai itu. Ini baru tahap koordinasi, bagaimana soal sinovac, apakah pakai booster atau yang lainnya. Masih dibahas," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (14/10/2021).

Ada empat jenis vaksin yang menjadi syarat sah umrah atau bepergian ke Arab Saudi yakni astrazeneca, moderna, pfizer, johnson & johnson.

Lanjutnya, saat ini pemerintah pusat masih melakukan lobi dengan pemerintah Arab Saudi terkait aturan vaksin tersebut.

Begitu juga aturan lainnya seperti karantina dan sinkronisasi aplikasi pedulilindungi. 

"Sudah ada sinyal bahwa Arab Saudi, untuk warga Indonesia sudah diperbolehkan umrah. Tinggal mekanisme saja. Ini masih negosiasi dulu," terangnya. 

Menurutnya, animo masyarakat untuk dapat menunaikan umrah sangat tinggi. Apalagi keberangkatan haji telah ditiadakan selama dua tahun terakhir. 

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Raja Komen Terbukti Membayar, Posting Komentar Cuan Mengalir

Baca juga: Polisi Kejar Begal Trail 11 Kilometer, Saling Pepet Tabrak Orang Menyeberang, Kaki Bolong

Baca juga: Bripka Aditya Bangunkan Rumah Warga Tanpa Tempat Tinggal: Insya Allah Bisa Pakai UangTabungan

"Untuk mengobati itu pemerintah berusaha umrah dapat segera dilaksanakan kalau Arab Saudi mengizinkan," ungkapnya. 

Saat ditanya terkait biaya umrah dengan aturan baru tersebut, Sofyan menerangkan kemungkinan akan ada penambahan biaya karena ada aturan karantina dan lainnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved