Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Vaksinasi Pelajar di Semarang Hampir 100%

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berharap ada kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) dari pemerintah pusat.

(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Pelajar SMA N 1 Semarang menerima suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama dari tenaga kesehatan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (14/7/2021). Selain pelajar SMA N 1 Semarang, vaksinasi juga dilaksanakan di SMP N 3 Semarang, SMP N 2 Semarang, SMP N 15 Semarang, dan SMP N 32 Semarang. Untuk pelaksanaan vaksinasi pelajar SMP semua di pusatkan di SMP N 3 Semarang. BIN Jawa Tengah memberikan bantuan 3000 vaksin untuk pelajar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berharap ada kelonggaran pembelajaran tatap muka (PTM) dari pemerintah pusat.

Hal itu seiring vaksinasi pelajar di Semarang yang sudah hampir mencapai 100 persen. Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyampaikan, kelonggaran yang diharapkan misalnya ada tambahan jam pelajaran atau tambahan jadwal masuk siswa. Saat ini, PTM berlangsung empat jam pelajaran di mana siswa masuk dua hari dalam sepekan.

Semua jenjang kelas saat ini juga telah mengikuti PTM dengan pembatasan 50 persen. Hanya ada beberapa sekolah swasta yang belum menerapkan PTM untuk seluruh jenjang kelas.

"Harapan kami ada kelonggaran lagi, entah tambahan jam pelajaran atau hari," ujar Gunawan, Selasa (19/10).

Harapan tersebut, sambung dia, tak lepas dari capaian vaksinasi pelajar di Kota Semarang yang hampir selesai. Vaksinasi pelajar usia di atas 12 tahun sudah hampir menyentuh angka 100 persen. Bahkan dosis pertama sudah 100 persen baik di sekolah negeri maupun swasta.

Diakuinya, ada beberapa siswa yang belum divaksin lantaran memiliki penyakit atau tensi tinggi saat dilakukan skrining. Namun demikian, persentasenya sangat kecil yakni di bawah satu persen dari total sebanyak 156 ribu pelajar.

"Persentase siswa yang belum vaksin sangat kecil, hanya nol koma sekian dari total 156 ribu siswa baik negeri maupun swasta," sebutnya.

Sementara, lanjut dia, siswa SD hingga saat ini memang belum dikakukan vaksinasi karena belum masuk usia 12 rahun.

Meski belum diperbolehkan vaksin, dia memastikan PTM di SD bisa berjalan lancar sesuai aturan pembatasan. Penerapan protokol kesehatan menjadi kunci berlangsungnya PTM.

"SD belum divaksin. Pada prinsipnya kami uji coba PTM 1 dan 2 beberapa waktu lalu belum ada yang divaksin. Kuncinya, menerpakan prokes ketat, jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di sekolah," terangnya.

Di sisi lain, Pemkot Semarang juga terus melakukan percepatan vaksinasi agar bisa menyentuh seluruh masyarakat.

Komitmen Pemkot Semarang itu mendapatkan perhatian serta dukungan dari berbagai pihak. Satu di antara AXA Mandiri Financial yang mendukung vaksin gotong royong.

AXA Mandiri Financial menyerahkan 1.400 dosis vaksin gotong royong, Jumat (15/10) di Kantor Wali Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang diberikan untuk mendukung program vaksinasi di wilayah yang dipimpinnya.

“Tambahan bantuan vaksin sebanyak ini pasti akan sangat bermanfaat untuk masyarakat, sebagai salah satu cara agar terhindar dari covid-19,” tuturnya.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu menyampaikan hingga saat ini capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Lunpia sudah mencapai sekitar 105 persen dan 80 persen untuk dosis kedua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved