Berita Semarang
Agung Tetap Berusaha Pertahankan Rumah Kucing di Perumahan Grahamukti Meski Ada Penolakan
Permasalahan rumah kucing yang diprotes warga di Jalan Tlogomukti Selatan belum selesai.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Sementara itu, Ketua DPD LAI Jateng, Yoyok Sakiran menuturkan ingin mengetahui warga yang terdampak rumah kucing tersebut.
Setelah dicek rumah kucing itu, ujarnya, perawatan maupun kontrol telah sesuai.
"Disini sudah ada pekerja yang membersihkan kandang, dan perwatan selalu dikontrol terus," tutur dia.
Yoyok menuturkan langkah selanjutnya adalah melakukan audiensi terhadap warga yang terdampak.
Pihaknya perlu melakukan mediasi kembali agar terdapat titik terang.
Sebelumnya, Perwakilan warga, Mahendra Nursetiaji mengatakan pemilik sering membuang limbah hasil pengolahan pakan dan kotoran kucing di depan rumah yang tidak diambil petugas sampah setiap hari dan menimbulkan bau. Permasalahan tersebut terjadi sejak dua tahun yang lalu hingga saat ini.
"Saya merasakan bau itu setiap pagi," ujar dia, usai melakukan mediasi di gedung pertemuan, Selasa (5/10/2021) malam.
Tidak hanya itu, Hendra juga melihat pemilik kandang sering menguburkan bangkai kucing di depan rumahnya yang merupakan tanah kosong.
Tanah itu milik orang lain dijadikan tempat pemakaman kucing.
"Meski bukan tanah saya, tapi tempat tersebut dijadikan tempat pemakaman kucing," tuturnya.
Menurutnya, warga tidak mempermasalahkan tetangganya tersebut memelihara maupun mengadopsi kucing liar.
Namun masyarakat sekitar meminta agar proses pemeliharaan kucing harus tuntas.
"Artinya bagaimana cara membersihkan kotoran kucing. Bagaimana caranya limbah yang dihasilkan bisa terangkut truk sampah sehingga tidak menimbulkan bau. Bukan menyalahkan truk sampah datangnya tiga hari maupun empat hari," jelasnya.
Warga meminta agar pemilik kucing bisa melakukan solusi agar sampah hasil limbah hilang setiap hari agar tidak menimbulkan bau.
Selain itu pemilik juga tidak membuang bangkai kucing di tanah kosong di lingkungan tersebut.