Breaking News:

PPKM

Sekolah Tak Patuh Prokes Langsung Potong Penghasilan Kepala Sekolah

Sekolah yang tak patuhi protokol kesehatan bakal kena sanksi pemotongan TPP kepala sekolah.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Ketua Tim Khusus Pengawasan Implementasi PPKM, Kholid Seif, saat ditemui di sekretariat pemantauan, Kamis (2/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus ‎membentuk tim khusus untuk pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang statusnya naik level tiga per 1 Oktober 2021.

Tim khusus pengawasan itu akan memberikan teguran ketika ada sektor yang longgar dalam penerapan protokol kesehatan.

Ketua Tim Khusus Pengawasan Implementasi PPKM, Kholid Seif menjelaskan, telah menemukan beberapa pelanggaran protokol kesehatan (Prokes).

Satu di antaranya sektor perdagangan, karena satgasnya dinilai kurang maksimal ‎dalam penerapan Prokes.

"Peran satganya kurang optimal, misalnya pengunjung yang masuk ke pasar harusnya dicek suhunya," ujar pria yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kudus, saat ditemui, Kamis (21/9/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengecek penerapan prokes di perusahaan.

Di antaranya, pihaknya menemukan ‎fasilitas cuci tangan yang tidak memadai.

Sehingga hal tersebut menimbulkan kerumunan pada saat pekerja masuk ke dalam perusahaan.

"Ada perusahaan yang karyawannya 100 orang, tapi cuci tangannya cuma satu jadi menimbulkan kerumunan. Makanya kami tegur untuk diperbaiki," ujarnya.

‎Pemantauan juga dilakukan ke sekolah-sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) agar mematuhi Prokes.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved