Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Presiden Turki Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS dan Jerman

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan ancaman tersebut karena tak terima setelah 10 duta besar tersebut mengutuk penahanan seorang aktivis.

Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam pertemuan kelompok partai di Majelis Nasional Besar Turki di Ankara, pada 5 Februari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, ANKARATurki mengancam akan mengusir 10 duta besar.

Yakni, duta besar Amerika Serikat (AS), Jerman, dan delapan negara Barat lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan ancaman tersebut karena tak terima setelah 10 duta besar tersebut mengutuk penahanan seorang aktivis cum pemimpin masyarakat sipil, Osman Kavala (64).

Baca juga: Karim Benzema Dituntut Penjara 10 Bulan & Denda Rp 1,2 M Terkait Skandal Video Syur Eks Rekan Setim

Kavala, yang juga merupakan seorang filantropis kelahiran Paris, telah dipenjara tanpa diputus bersalah sejak 2017.

Kavala telah menghadapi serangkaian tuduhan yang silih berganti terkait dengan protes anti-pemerintah pada 2013 dan kudeta militer yang gagal pada 2016.

Melansir AFP, penahanan Kavala menjadi simbol meningkatnya intoleransi mengenai perbedaan pendapat era Erdogan.

Pada Senin (18/20/2021), ke-10 duta besar tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan bahwa penahanan Kavala membuat banyak orang kecewa terhadap Turki.

AFP melaporkan, ke-10 duta besar tersebut rinciannya adalah dari AS, Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Perancis, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia.

Mereka juga menyerukan penyelesaian yang adil dan cepat untuk kasus Kavala.

Pada Selasa (20/10/2021), ke-10 duta besar itu dipanggil ke kantor Kementerian Luar Negeri Turki.

Setelah itu, Erdogan mengancam akan mengusir ke-10 duta besar tersebut melalui pernyataannya kepada wartawan yang ditayangkan oleh media Turki, NTV, pada Rabu (21/10/2021).

“Saya mengatakan kepada menteri luar negeri kami bahwa kami tidak dapat memiliki kemewahan untuk menampung mereka di negara kami,” kata Erdogan.

Erdogan terdengar sangat marah dalam percakapannya dengan wartawan Turki di ketika sedang dalam penerbangan pulang dari tur Afrika.

“Apakah Anda berkapasitas untuk mengajarkan pelajaran seperti itu ke Turki? Siapa Anda?” tuntut Erdogan.

Kavala sempat berbicara kepada AFP pekan lalu dari balik sel penjaranya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved