Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Bisnis

Incar Pasar Eropa, Anak Usaha Sido Muncul Ekspor Perdana Minyak Atsiri ke Prancis 

Anak Perusahaan Sido Muncul, PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) melakukan ekspor perdana produk minyak atsiri nilam ke Prancis.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
Anak Perusahaan Sido Muncul, PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) melakukan ekspor perdana produk minyak atsiri nilam ke Prancis, Jumat (29/10). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Anak Perusahaan Sido Muncul, PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) melakukan ekspor perdana produk minyak atsiri nilam ke Prancis.

Perusahaan akan mengirimkan sebesar 16 ton minyak nilam terlebih dahulu pada ekspor perdana ini dari total 61 ton hingga akhir November ini. 

“Hingga akhir November ini, kami akan mengirimkan minyak nilam dengan total sebanyak 61 ton atau senilai Rp 36 miliar. Hari ini merupakan pengiriman pertama sebesar 16 ton dan merupakan pengiriman perdana bisnis minyak atsiri atau essential oil grup Sido Muncul,” ujar David Hidayat, Direktur Utama - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). 

Baca juga: Implementasi Governance Risk and Control Merespons Cepat Dinamika Pandemi di Indonesia

Baca juga: Pulai, Tumbuhan Kaya Manfaat Obat Tradisional Diabetes Hingga Kanker

Baca juga: 16 Aplikasi Penghasil Uang Modal Upload Foto, Bisa Dapar Cuan Ratusan hingga Jutaan Rupiah

Menurut David, bisnis minyak atsiri sangat menjanjikan dimana nilai ekspor minyak atsiri dari Indonesia mencapai triliunan rupiah.

SIDO melalui SHI optimis dapat menjadi salah satu pemain terdepan bisnis atsiri ini, didukung dengan teknologi yang modern dan juga kapasitas produksi terpasang yang besar akan dapat memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama Eropa dan Amerika. 

“Grup Perusahaan kami telah memiliki pengalaman dibidang ekstraksi sejak lama, karena ekstraksi merupakan proses awal dari produksi jamu cair. Dengan pengalaman yang ada dan juga dilengkapi teknologi ekstraksi dan destilasi yang modern, Kami yakin Sido Muncul dapat menjadi salah satu produsen produk ekstraksi termasuk minyak atsiri terbesar di Indonesia dengan hasil kualitas yang terbaik,” lanjut David, Jumat (29/10). 

Diungkapkannya, permintaan minyak nilam di pasar luar negeri sangat tinggi.

Kebutuhan minyak nilam dunia berkisar di angka 1400-1500 ton pertahun, sementara SHI hanya memiliki kemampuan mensuplai 500-600 ton. 

"Bahan baku mayoritas dari Sulawesi, jadi minyak nilam itu dari 1500, 90 persen suplai dunia dari Indonesia. Sisanya dipenuhi sama India dan Madagaskar. Minyak nilam penggunaannya sebagai aroma perfum di Indonesia yang mengolah baru sedikit sehingga kebutuhan dalam negeri paling hanya kisaran 100 ton," imbuhnya. 

Ke depan, pihaknya juga akan memproduksi minyah sereh, minyak cengkeh, minyak pala. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ini Hasil Autopsi Jenazah Gilang Mahasiswa UNS Solo Meninggal Saat Ikuti Diklat Menwa

Baca juga: Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Ganjar Pranowo: Libur dan Beribadah di Tempat Masing-masing Saja

Baca juga: Ratusan Anggota Patifosi Konvoi Kawal Keberangkatan Persipa Pati ke Pekalongan

Sekilas mengenai PT Semarang Herbal Indoplant (SHI), didirikan pada tahun 2010 menempati areal seluas 13 hektar dengan kapasitas ekstraksi mencapai 1000 ton pertahun.

Proses produksi di SHI menggunakan metode yang terstandar untuk hasil ekstraksi bahan baku yang digunakan pada produk makanan, minuman, farmasi, nutraceutical, kosmetik dan pertanian. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved