Breaking News:

Berita Pekalongan

Pekalongan Level 3 PPKM, Dindik Belum Tetapkan Perluasan Sekolah Gelar Pertemuan Tatap Muka

Kota Pekalongan telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sejumlah jenjang pendidikan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengukuhkan 30 pelajar SMPN 14 jadi agen perubahan bullying, di aula SMPN setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kota Pekalongan telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sejumlah jenjang pendidikan.

PTM terbatas yang telah digelar tersebut hanya dengan kapasitas maksimal 50 % dari jumlah peserta didik dan rombongan belajar (rombel) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kendati demikian, dikarenakan status PPKM Kota Pekalongan masih dalam Level 3, maka dinas pendidikan setempat belum menetapkan akan memperluas izin membuka jumlah sekolah maupun menambah durasi waktu belajar siswa selama PTM terbatas tersebut. 

Baca juga: Tambah Destinasi Wisata, Pemkab Batang Bangun Taman Edukasi Jejak Sejarah Syailendra 

Baca juga: Video Warga Kudus di Area Berisiko Tinggi Bencana agar Segera Dievakuasi

Baca juga: Video Polresta Solo : Hasil Autopsi Gilang Mahasiswa UNS Luka Akibat Kekerasan Benda Tumpul

Seperti diketahui sebelumnya, untuk jenjang SMP yang sudah melaksanakan PTM terbatas 100 persen.

Sementara, untuk jenjang SD baru sekitar 90 persen, dan tinggal jenjang TK/PAUD yang ditargetkan bisa melangsungkan PTM terbatas dalam waktu dekat berdasarkan evaluasi tahap berikutnya.

"PTM kita belum menambah baik jumlah satuan pendidikan maupun durasi waktu belajar siswa, karena level Kota Pekalongan masih Level 3 PPKM. Pasalnya, PTM boleh dilaksanakan pada kabupaten/kota pada Level 1, 2, dan 3, untuk Level 4 tidak boleh membuka PTM terbatas."

"Semoga jika level Kota Pekalongan turun ke level 2 atau bahkan level 1, kita baru akan memutuskan menambah atau tidak satuan pendidikannya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Soeroso, Jumat (29/10/2021).

Menurut Soeroso, secara kesiapan sebenarnya semua satuan pendidikan di Kota Pekalongan sudah siap menggelar PTM terbatas, hanya saja masih terbentur dengan regulasi-regulasi dari pemerintah pusat tersebut.

Maka pihaknya belum berani menggelar PTM terbatas 100 % terkait dengan vaksinasi guru, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini dinas pendidikan bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat terus mengupayakan bisa segera terselesaikan 100 %.

Pasalnya, salah satu syarat sekolah bisa menggelar PTM terbatas adalah tenaga pendidik harus sudah tervaksin semua.

Baca juga: Line Up Susunan Pemain Timnas U-23 Indonesia Vs Australia U-23 Leg II, Live Streaming di Sini!

Baca juga: Hasil Babak I Skor 0-1 Timnas U-23 Indonesia Vs Australia U-23, Kebobolan Menit Awal

Baca juga: Not Angka Pianika BTS Dynamite This Iss Getting Heavy

"Untuk angka cakupan vaksinasi guru, datanya ada di dinas kesehatan. Tetapi, dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan baik tingkat kesehatan, layanan kesehatan maupun serbuan vaksin, kita optimis bahwa cakupan untuk guru sudah memenuhi syarat."

"Sementara, untuk vaksinasi pelajar saat ini mayoritas baru menyasar anak usia 12 tahun ke atas, yang belum 12 tahun artinya usia 0-12 tahun belum dilakukan. Untuk vaksinasi pelajar belum semua 100 %, kendalanya antara lain apakah yang bersangkutan memenuhi syarat medis atau tidak seperti apakah saat akan dilaksanakan vaksin itu, anak tersebut dalam kondisi sehat," tambahnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved