Berita Semarang
Teror Maling di Ngaliyan Semarang, Bobol Rumah PNS dan Satpol PP, Bawa Kabur Barang-barang
Dua rumah, masing-masing milik PNS dan anggota Satpol PP Pemkot Semarang, disatroni maling.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua rumah, masing-masing milik PNS dan anggota Satpol PP Pemkot Semarang, disatroni maling.
Maling berhasil menggasak sejumlah barang berharga di rumah tersebut.
Dua kejadian pencurian itu terjadi di wilayah Kecamatan Ngaliyan.
Kejadian pertama terjadi di perumahan Beringin Rejo Barat RT 12 RW 1, Beringin, Ngaliyan, Rabu (27/10/2021).
Baca juga: Video Ratusan Patifosi Konvoi Iringi Keberangkatan Persipa Pati ke Pekalongan
Baca juga: Terjadi Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tegal, 2 Pohon Tumbang
Baca juga: Incar Pasar Eropa, Anak Usaha Sido Muncul Ekspor Perdana Minyak Atsiri ke Prancis
Rumah tersebut milik pasangan PNS dan Dokter gigi.
Kejadian pencurian kedua menimpa rumah milik anggota Satpol PP Kota Semarang di RT 2 RW 2, Podorejo, Ngaliyan, Kamis (28/10/2021).
"Pencurian di Beringin itu terjadi saat rumah sedang kosong. Rumah tersebut milik Pak Tirta," terang Ketua RT 12, Arif kepada Tribunjateng.com, Jumat (29/10/2021).
Rumah tersebut kosong lantaran pemilik rumah masih tinggal bersama orangtuanya di komplek perumahan yang lain di Ngaliyan.
Rumah tersebut baru dibeli sekira 6 bulan lalu, namun jarang di tempati.
Meksi jarang ditempati, namun rumah sudah diisi berbagai barang elektronik dan keperluan rumah tangga.
"Pemilik sadar kalau rumahnya kemalingam pada Kamis (28/10/2021) malam. Ketika itu pemilik hendak mengambil alat pengebor di rumah itu, tapi kaget beberapa barang di rumah sudah hilang," katanya.
Barang yang hilang digondol maling yaitu TV merek Samsung 53 inch, laptop Toshiba, jam tangan merek Panerai Luminor, jam tangan merek Gucci dan Alexander Crhirstie.
Maling dengan mudah menggasak isi rumah lantaran berhasil menemukan kunci rumah yang ditaruh pemilik di rak sepatu depan.
Kunci rumah itu hanya ditutupi jaket kulit, namun berhasil ditemukan maling.
"Enggak ngerti kenapa maling bisa tahu ada kunci di situ. Selepas nyuri di dalam rumah, maling ya nutup pintu lagi kunci ditaruh di rak lagi, tapi ga di tempat yang sama," ujarnya.
Arif sempat memeriksa kamera CCTV, dari rekaman CCTV tersebut maling mengendarai motor jenis matik besar warna hitam, jaket kulit warna hitam, helm dan bermasker.
Baca juga: Implementasi Governance Risk and Control Merespons Cepat Dinamika Pandemi di Indonesia
Baca juga: Pulai, Tumbuhan Kaya Manfaat Obat Tradisional Diabetes Hingga Kanker
Maling beraksi cukup berani yakni pada siang hari pada pukul 14.53.
Aksinya hanya terhitung sebentar hanya 13 menit.
"Tahu sendiri kawasan perumahan sini memang sepi kalau siang, apalagi di lokasi rumah berada di pojok kanan kiri masih tanah kosong," paparnya.
Ia mengaku, sempat melihat orang tak dikenal dengan ciri-ciri menyerupai maling tersebut beberapa hari sebelum kejadian.
Tak hanya dia, adapula warga lain pernah melihat maling tersebut.
"Mungkin ketika itu maling mengamati lokasi sini," ujarnya.
Pemilik rumah telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaliyan. "Belum tahu perkembangan terakhirnya. Informasinya pelat motor pelaku palsu," ujar Arif.
Sementara itu, kejadian pembobolan rumah di Podorejo ternyata milik Romadhon anggota Satpol PP Kota Semarang.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (28/10/2021) sekira pukul 04.00.
Ia menyadari rumahnya disatroni maling saat istrinya mencari handphone, namun tak ketemu.
Padahal sebelum tidur handphone ditaruh di kamar.
Kecurigaannnya bertambah saat melihat jejak kaki manusia di lantai rumah.
Ia pun memeriksa jendela rumah yang ternyata sudah ada bekas congkelan.
"Saya cek bener di jendela udah ada congkelan," katanya.
Ia langsung memeriksa seisi rumah untuk mengetahui barang apa saja yang hilang.
Selepas diperiksa ternyata dua handphone telah raib masing-masing merek Redmi Note 5 dan Asus Zenfone.
Satu tas istrinya yang berisi uang Rp1 juta juga hilang.
"Tas kerja saya juga diambil. Tas berisi seragam kerja dan perlengkapan lainnya dibuang pelaku di kebun yang jaraknya sekira 50 meter dari rumah," bebernya.
Ia mengaku, ketika kejadian tak menyadari rumahnya disatroni maling. Bahkan kebiasaannya sering bangun malam, entah kenapa malam itu bisa-bisanya tertidur pulas.
Para warga yang biasa nongkrong di depan rumahnya malam itu juga sepi.
"Kami akui malam itu sedang tak enak badan. Jadi tidur lebih awal pukul 22.00. Malam itu juga hujan turun cukup deras," paparnya.
Selepas ditelisik, ternyata kejadian kemalingan di malam itu tak hanya di rumah Romadon.
Maling juga menyatroni tetangganya namun hanya mengambil tas yang tak ada barang berharga.
"Sini sering kejadian kemalingan. Seminggu sudah ada empat kali," terangnya.
Maka ia geram sehingga memilih melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngaliyan.
Baca juga: Incar Pasar Eropa, Anak Usaha Sido Muncul Ekspor Perdana Minyak Atsiri ke Prancis
Baca juga: Pensiun, Para ASN di Kota Pekalongan Purna Tugas Diminta Tetap Mengabdi untuk Masyarakat
"Hingga kini masih belum ada tindak lanjut," katanya.
Kapolsek Ngaliyan Kompol Umbar Wijaya menjelaskan, sudah memerintahkan jajaran Kanit Serse untuk bergerak.
"Iya kami sudah terima laporan dan bergerak. Perkembangan masih proses yang pasti ada hasil kami informasikan," bebernya.
Selain itu, ia telah mengintruksikan kepada para Bhabinkamtibmas untuk mengimbau kepada para warga agar lebih waspada. (*)
