Breaking News:

Rokok Ilegal

Sop‎ir Pengangkut Rokok Ilegal Jadi Pelaku Yang Paling Banyak Dijerat Tindak Pidana Cukai

Sopir dan kernet angkutan menjadi pelaku tindak pidana cukai yang paling banyak dijerat Unit Penindakan Cukai (UPC) Kantor Bea Cukai Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: rival al manaf
Dokumentasi Bea Cukai Kudus
Barang sitaan rokok ilegal disimpan di gudang penyimpanan Kantor Bea Cukai Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sopir dan kernet angkutan menjadi pelaku tindak pidana cukai yang paling banyak dijerat Unit Penindakan Cukai (UPC) Kantor Bea Cukai Kudus.

Dalam kegiatan ‎operasi 'Gempur Rokok Ilegal', sopir truk kedapatan mengangkut rokok ilegal dalam jumlah besar.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus, Dwi Prasetyo Rini ‎menyampaikan, 
‎Sopir yang mengangkut rokok ilegal itu memiliki dua kriteria. 

Kriteria pertama sopir mengetahui barang yang diangkut dalam muatannya tersebut adalah barang ilegal.

Baca juga: Bupati Kudus Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Rokok Ilegal

Baca juga: 22 Orang Dibentuk Menjadi Tim Khusus Pengu‎mpulan Informasi Rokok Ilegal

Baca juga: Pemkab Pekalongan dan Bea Cukai Terus Gempur Rokok Ilegal

Sedangkan kriteria kedua, sopir tidak mengetahui isi muatannya karena sudah dikemas.

"Jadi ‎kalau tidak tahu apa-apa, kami sulit menggalinya. Karena memang sopir tidak tahu," ujar dia, Sabtu (30/10/2021).

Menurutnya, sopir yang bersedia mengangkut rokok ilegal biasanya mendapatkan upah tambahan.

Saat ada operasi, mereka juga berupaya kabur dari petugas sehingga tak jarang muncul aksi kejar-kejaran di jalan raya.

"Istilahnya itu ada uang 'setutan', jadi mereka mau mengangkut rokok ilegal karena fee-nya besar," kata dia.

Dia menjelaskan, tim UPC Bea Cukai Kudus juga bertaruh nyawa saat menemukan sopir yang berusaha kabur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved