Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Book Lover

Efril Nikmati Buku yang Kembangkan Pola Pikir, Buku Super Thinking Pun Dibawa ke Mana-mana

Efril Wahyu percaya, dengan membaca buku, seseorang perlahan namun pasti pola pikirnya lebih baik atau semakin terbentuk.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Efril Wahyu 

“Saya sejak kecil suka baca sih, awal-awal majalah Bobo. Lalu, ketika saya SMP mulai menyukai buku-buku biografi, jadi setiap pulang sekolah biasanya mampir ke perpustakaan Kota Salatiga. Karena zaman dulu juga tidak banyak toko buku sehingga aksesnya cuma di perpustakaan. Ketika itu saya mulai membaca biografi Albert Einstein, Holocaust, dan seri sastra Chicken Soup for the Soul,” ujarnya.

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fiskom) Undip Semarang itu melanjutkan, kegemaran membaca buku terus berlanjut sampai sekolah jenjang SMA dan kuliah.

Selama beberapa tahun konsisten membaca, topik buku bacaan Efril didominasi buku tentang biografi, pengembangan diri, dan belakangan baru bertema bisnis.

Efril mengungkapkan, terkait buku yang mendorong pengembangan diri seseorang terdapat satu buku yang dibacanya sampai sekarang bahkan dibawanya ke mana pun.

Buku itu berjudul Super Thinking: The Big Book Of Mental Models karya Gabriel Weinberg dan Lauren McCann.

“Super Thinking itu membahas framework thinking dan personal development. Saya banyak belajar bagaimana memecahkan masalah. Sekarang saya bekerja di lingkungan startup, yang ketidakpastian merupakan konsumsi harian saya. Dengan demikian, memiliki kerangka berpikir yang baik sangat membantu saya. Buku itu mengajarkan cara saya berpikir pada kemungkinan-kemungkinan ke depan,” paparnya.

Baca juga: Perizinan Berjalan Dua Tahun, Cath Lab RSUD Kudus Belum Bisa Terima Pasien BPJS

Baca juga: Persaingan Era Digital Dimulai, Bank Besar Belum Tentu Menang

Baca juga: Video Pelaku Pencabulan Bocah Karanganyar Ditangkap Kurang Dari 24 Jam

Menurutnya, dalam profesinya sekarang kemampuan membentuk lingkaran pertemanan atau jaringan menjadi hal utama.

Pemecahan masalahnya bagaimana lalu ketika mengalami kendala berbuat apa merupakan perkara penting untuk merawat jaringan pertemanan yang telah dibentuk. Sebab, lanjutnya, menekuni pekerjaan pada bidang usaha yang sifatnya masih rintisan rentan terjadi banyak masalah dan butuh penyelesaian cepat,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved