Berita Kesehatan
Putri Malu, Gulma Bermanfaat Penurun Gula Darah Penderita Diabetes Hingga Obat Cacing
Putri malu (Mimosa pudica Linn) kerap kali dianggap sebagai tumbuhan yang mengganggu perkembangan tanaman di sekitarnya.
Pada saat matahari tenggelam bunga akan menutup seperti layu dan mati tetapi jika terkena sinar matahari maka bunga akan kembali mekar.
Buah dari tanaman ini menyerupai buah kedelai dengan ukuran kecil. Buahnya terdapat bulu-bulu halus berwarna merah dibagian tertentu.
Pada satu tangkai buah, terdapat 10 - 20 buah dengan pangkal buah melekat pada ujung tangkai.
Ketika buah telah masak, buah tersebut akan pecah sehingga bijinya akan jatuh dan menyebar ke segala arah.
Biji ini nantinya akan tumbuh menjadi tunas baru. Buah yang mentah maupun telah masak berwarna hijau.
KANDUNGAN
Analisis kualitatif dari ekstrak metanolik putri malu dilakukan dan menunjukkan hasil bahwa tanaman ini mengandung senyawa alkaloid,saponin,flavonoid,tanin,dan fenolik.
Hasil analisis kualitatif dari ekstrak metanolik Mimosa pudica Linn mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, fenolik.
Bagian daun, batang, dan akar putri malu (Mimosa pudica Linn) mengandung senyawa mimosin, tanin, alkaloid dan saponin.
Senyawa mimosin merupakan salah satu asam amino hasil biosintetik turunan dari lysin. Senyawa tanin dan saponin diduga berperan aktif sebagai agen antijamur.
EKOLOGI
Putri malu dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian 1-1200 meter di atas permukaan laut. putri malu biasanya tumbuh merambat seperti semak dengan tinggi 0,3-1,5 meter.
Tumbuhan ini biasanya tumbuh secara liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari.
SEBARAN
Putri malu asalnya dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah, tetapi sekarang menjadi tanaman pantropical.
Terutama karena persebarannya hingga ke negara-negara di Benua Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, India, Bangladesh, dan Jepang. Di Indonesia tersebar merata hampr di seluruh pelosok negri.
Sementara itu di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat tumbuhan ini dapat ditemukan di seluruh kawasannya, yaitu Cagar Alam (CA) Keling Iabc, CA Keling II/III, CA Kembang dan CA Gunung Celering yang semuanya ada di Kabupaten Jepara
PENULIS
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/putri-malu-gulma-bermanfaat-penurun-gula-darah-penderita-diabetes-hingga-obat-cacing.jpg)