Apa Itu Steroid? Alasan Penggunaanya Sebagai Doping Dilarang dalam Olahraga
Apa itu steroid? Berikut alasan pengunnaannya sebagao doping dilarang dalam olahraga.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Steroid anabolik sudak dipakai sejak 1950-an, pertama kali oleh atlet angkat besi.
Doping steroid anabolik kerap digunakan untuk olahraga berbasis kekuatan seperti angkat berat, sepak bola, baseball, dan lainnya.
Steroid anabolik biasanya merupakan turunan sintetis dari testosteron atau yang lebih dikenal dengan suplemen testosteron booster.
Tujuan penggunaan steroid anabolik atau testosterone booster adalah untuk meningkatkan kekuatan, massa otot, dan berat badan tanpa lemak.
Obat-obatan ini dapat dikonsumsi baik secara oral atau injeksi, dan banyak bentuk yang berbeda sering dikonsumsi secara bersamaan untuk memaksimalkan efek yang diinginkan.
Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin
atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.
Ada beberapa jenis obat-obatan yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA)
yaitu androgens, blood doping, peptide hormones, stimulants, diuretics, narcotics, dan cannabinoids.
Namun, efek negatifnya jauh lebih besar dibanding manfaatnya.
Efek kesehatan yang relatif ringan termasuk infeksi kulit, jerawat, ginekomastia ireversibel (perkembangan jaringan payudara pria), dan penyusutan testis.
Sementara efek parahnya, steroid anabolik berpotensi mengancam jiwa, ini termasuk psikosis,
pendarahan di sekitar hati, peningkatan risiko serangan jantung, dan kematian mendadak.
Karena efek buruk steroid anabolik yang begitu besar, zat ini terdaftar secara permanen di Kode Anti-Doping Dunia dan secara rutin diuji pada para atlet.
Penggunaan steroid atau obat-obatan lainnya sebagai doping dilarang kaeran alasan utamanya mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/latih-otot-panggul_20180208_100650.jpg)