Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pakar Manajemen Perubahan Sebut Ada Dua Hal Tak Boleh Hilang dari Pendidikan Indonesia

Pakar manajemen perubahan Hendro F sebut ada 2 hal yang tak boleh hilang dari pendidikan.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Dok. GWPP
Pakar manajemen perubahan Hendro Fujiono pembicara di forum Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bekerjasama dengan PT Paragon Technology and Innovation, melalui zoom, Selasa (9/11/2021). 

Soal adaptif bangsa Indonesia memiliki modal yang besar.

"Dalam hal ini manusia dan proses harus disatukan," jelasnya.

Ketiga, pemimpin perubahan adalah memberdayakan bukan mengatur. Hal itu dicontohkan dalam studi kasus berupa perkumpulan anak muda di kafe yang  seminggu sekali bertemu. 

Mereka menyadari kegiatan kumpul-kumpul akan percuma tanpa menjadi problem solving. Selanjutnya mereka diberi dana hibah untuk menjalankan program vaksin untuk sekolah.

Awalnya mereka sangat semangat tetapi dalam perjalannya anggotanya menganggu tak bisa kolaborasi sampai hilang harapan. 

Namun ketika pemimpin perubahan didukung program tersebut  dapat berjalan. Program berupa pemberian seribu vaskin bagi pelajar dapat berjalan dengan biaya 30 persen lebih murah.

Program itu contoh dari pemuda yang memiliki kekuatan problem solving dan direct impact.

"Ini contoh studi kasus yang kita lakukan secara langsung, ini lo pendidikan bisa seperti ini, orang-orangnya dari pendidikan yang berbeda kemampuan berbeda tetapi ketika bergabung menjadi inklusi, diversity dilakukan jadi tuh barangnya," terangnya.

Sementara itu, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat menjelaskan, manajemen perubahan sangat kental di perusahaan maka pihaknya bersama pakar manajemen perubahan untuk merumuskan di sektor sosial utamanya di pendidikan.

Di perusahaan dibedakan beberapa level seperti golongan ratusan miliar, ratusan triliun dan lainnya.

Semisal itu diterapkan di dunia pendidikan Indonesia maka CEO pendidikan harus seperti apa?, sebab dunia pendidikan Indonesia sangat besar sekali.

"Jadi leadership di dunia pendidikan bukan perorangan tetapi sistem, semua orang harus memimpin dalam menggerakan pendidikan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved