Breaking News:

Berita Nasional

Sekarga Sebut Mark Up Pengadaan Pesawat di Garuda Indonesia Terjadi 15 Tahun Silam, KPK Diminta Usut

Sekarga menyebut korupsi di maskapai pelat merah itu telah terjadi sejak 2006 atau 15 tahun silam.

Tribunnews.com/Istimewa
Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda, Tomy Tampati, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ada dugaan penggelembungan harga atau mark up pengadaan pesawat di Garuda Indonesia.

Hal itu diungkapkan oelah Serikat Karyawan Garuda (Sekarga).

Sekarga menyebut korupsi di maskapai pelat merah itu telah terjadi sejak 2006 atau 15 tahun silam.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tangerang: Satu Keluarga Tewas, Jasad Bocah 5 Tahun Ditemukan Dekat Pintu Keluar

Sekarga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda, Tomy Tampati saat menyambangi Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/11).

"Saya kira di media sudah tersebar pernyataan dari mantan komisaris Garuda Indonesia yang menyatakan bahwa pengadaan pesawat itu ada indikasi mark up.

Kami minta KPK melakukan pengusutan terhadap indikasi yang ada," jelasnya di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (9/11).

Tomy mengatakan dugaan ini terkait pengadaan 25 unit pesawat jenis Boeing.

Pengadaan itu terjadi pada 2006 di zaman Menteri BUMN dijabat oleh Sugiharto.

Pengadaan pesawat tersebut menurutnya juga telah disetujui oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved