Hari Pahlawan
Hari Pahlawan, Sanggar Greget Semarang Tampilkan 5 Karya Seni Tari
Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menuturkan, pihaknya sengaja menyajikan tarian bertema kepahlawanan untuk memeringati Hari
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peringati Hari Pahlawan 10 November 2021, Sanggar Greget Semarang menyajikan lima tarian.
Lima tarian tersebut diunggah di chanel YouTube Sanggar Greget, Rabu (10/11/2021) sore.
Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menuturkan, pihaknya sengaja menyajikan tarian bertema kepahlawanan untuk memeringati Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November 2021.
Keempat tarian tersebut yakni Tari Gendewa Pinenthang, Tari Larasati Kridha, Tari Semut, Tari Simo Loreng, dan Tari Kupu.
"Ini cara kami dalam menghormati para pahlawan yang membantu memerdekakan Bangsa Indonesia," ucapnya.
Ketua Sanggar Greget Semarang, Sanggita Anjali menambahkan, Tari Gendewa Penenthang merupakan susunan tari kreasi tradisi pesisiran yang berdasar dari pengembangan ragam gerak tradisi Jateng.
"Dalam penyajianya tarian ini dapat ditarikan tunggal ataupun kelompok dengan menggunakan rias dan busana serta iringan tembang Gamelan Jawa," ucapnya.
Dikatakan, Tari Larasati Kridha lahir dari inspirasi ketangguhan Dewi Larasati dalam olah keprajuritan dan olah kanuragan sebagai sosok prajurit wanita.
"Banyak kaum Hawa yang jadi pahlawan. Mereka ikut berjuang, tapi tidak melulu terjun di medan perang. RA Kartini, misalnya," tuturnya.
Tarian ini berkisah tentang emansipasi dan partisipasi kaum perempuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban bangsa dan negara serta sebagai bentuk karya nyata, bahwa sosok perempuan seperti Dewi Larasati punya dedikasi dalam membangun negeri bersama rakyat.
Sementara Tari Kupu, lanjutnya, merupakan karya tari pengembangan tradisi Jawa Tengah yang menggambarkan kupu-kupu sebagai fauna yang hidup di ruang bebas dengan berbagai bentuk rupa dan warnanya yang sangat cantik menarik.
"Dalam penampilanya tari kupu-kupu menggunakan busana dan tata rias serta iringan gamelan lagu kupu-kupu," tuturnya.
Sanggita juga menerangkan mengenai Tari Simo Loreng.
Dikatakan, Simo Loreng merupakan tari kreasi pesisiran pengembangan dari tradisi bentuk putra gagah yang menggambarkan tentang sosok hewan harimau dengan kulit loreng dalam bahasa jawa bernama simo loreng.
"Kalau Tari Semut menggambarkan tentang gerak - gerik binatang semut. Dalam penyajianya menggunakan rias busana serta iringan tembang gamelan Jawa," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Nugroho Rachmadi menjelaskan, pahlawan tidak lepas dari budaya.
Karena dulu, setiap daerah punya pahlawan yang memperjuangkan demi keutuhan NKRI.
"Budaya juga tidak lepas dari tari. Tarian dari Sanggar Greget ini merupakan wujud apresiasi di Hari Pahlawan," kata Sinoeng.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peringati-hari-pahlawan-10-november-2021sanggar-greget-semarang.jpg)