Breaking News:

Berita Kudus

Lahan Kantor Kejaksaan Kudus Tidak Simetris‎, Kepala BPN: Terjadi Human Error‎ saat Pengukuran

Bentuk luas lahan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus, di Jalan Jenderal Sudirman yang tidak simetris menimbulkan kecurigaan.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus, Ardian menerima sertifiat tanah hak pakai yang telah diperbaharui Kepala BPN Kudus, Pratomo Adi Wibowo, Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bentuk luas lahan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus, di Jalan Jenderal Sudirman yang tidak simetris menimbulkan kecurigaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus, Ardian mengatakan, kecurigaan bentuk ‎lahan itu membuatnya mengusulkan pengukuran ulang lahan seluas 2.890 meter persegi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kudus.

Setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata terdapat pertambahan luas sebanyak 37 meter persegi menjadi 3.017 meter persegi.

Baca juga: Video Pohon Asam Ratusan Tahun di Gunungpati Semarang Tumbang, Ada Cerita Mistis Dibaliknya

Baca juga: Relawan Semarang Sinau Bareng Tingkatkan Kemampuan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

Baca juga: Dilanda Banjir Menahun, Warga Gebanganom Semarang Pilih Pindah Rumah

Anehnya, penambahan luas ini terjadi tanpa adanya pengurangan luas tanah di sekitarnya, yakni Kantor Pos Kudus dan Kodim 0722/Kudus.

Dia mengatakan, pengukuran ulang luas tanah pada Oktober lalu menjawab kecurigaan atas luas lahan yang aneh.

"Bentuknya agak aneh. Bagian gebang timurnya agak mengerucut ke dalam. Lalu kami minta tolong BPN untuk melakukan pengukuran ulang. Soalnya pengukuran tanah terakhir dilalukan pada tahun 1980 lalu," jelasnya, disela-sela penyerahan surat tanah hak pakai, Kamis (11/11/2021).

Hasil dari pengukuran ulang tanah Kantor Kejaksaan Negeri Kudus telah disetujui sejumlah instansi yang ada di sebelahnya. 

Penambahan luasan ini terjadi tanpa adanya pengurangan luas tanah di sekitarnya.

"Ada penambahan luas 37 meter persegi," tuturnya. 

‎Sementara itu, Kepala BPN Kudus, Pratomo Adi Wibowo mengatakan, pertambahan luas tanah semacam itu terjadi karena masa pengukurannya saat itu masih dilakukan secara manual.

Sehingga, kesalahan manusia (human error) pada saat itu kemungkinan terjadi.

"Dimungkinkan faktor human error. Dulu tahun 1980 mengukurnya masih pakai cara manual, kalau sekarang mengukurnya pakai Autocad, jadi hasil perhitungannya lebih akurat," tandasnya.

Baca juga: Tanah Longsor Terjang Kebun dan Rumah-rumah di Desa Karangnangka Banjarnegara

Baca juga: Ini Daftar Nama 6 Polisi Tiduri dan Peras Istri Tersangka Narkoba: Bripka Rahmad Pernah Bermasalah

‎Warga masyarakat Kudus yang merasa ragu batasan tanahnya juga bisa mengajukan penghitungan ulang ke BPN Kudus. 

"Untuk tarifnya tergantung luasan tanah," jelasnya.‎ (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved