Breaking News:

Berita Solo

Polresta Solo Periksa Staf Biro Kemahasiswaan dan Akademik UNS terkait Kasus Kematian Gilang ES

Penyidik Satreskrim Polresta Solo masih terus melakukan penyelidikan maupun penyidik terhadap kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak didampingi Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto dan Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika saat memberikan keterangan hasil autopsi jenazah Gilang Endi Saputra, Jumat (29/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penyidik Satreskrim Polresta Solo masih terus melakukan penyelidikan maupun penyidik terhadap kasus kematian mahasiswa UNS Gilang Endi Saputra saat mengikuti Diklatsar Menwa. 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut, dalam proses penyelidikan pihaknya masih mendalami keterlibatan adanya tersangka lain. 

Terbaru, guna perkembangan penyidikan, tim penyidik juga telah memanggil dan memeriksa seorang staf di Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS 

"Untuk perkembangan penyidikan, tim penyidik juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Staf Biro Akademik dan Kemahasiswan UNS yang membidangi terkait giat Ormawa di Kampus UNS," ucapnya, Kamis (11/11/2021) petang. 

Selain itu, pihaknya juga sudah menjadwalkan pra rekonstruksi dan rekonstruksi guna memperoleh gambaran yang jelas terkait tindak pidana yang dimaksud. 

"Adapun jadwal pelaksanaan rekonstruksi dijadwalkan minggu depan," ungkapnya.

Di sisi lain, Polresta Solo juga menerima surat permohonan penangguhan penahanan 2 tersangka FPJ dan NFM. 

Ade menyampaikan permohonan tersebut diajukan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum UNS pada Senin (8/11/2021) lalu. 

Namun, pihaknya belum mengabulkan penangguhan penahanan atas dua tersangka atas inisial FPJ (22) warga Kabupaten Wonogiri dan NFM (22) warga Kabupaten Pati. 

"Sementara, permohonan ini belum kita kabulkan karena pertimbangan tim penyidik masih on progress, kegiatan penyidikan dan penyelidikan untuk kasus tersebut masih berjalan," terangnya. 

Selain itu, lanjut Ade, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan maupun penyidikan untuk mendalami dan melengkapi keterlibatan tersangka lain dalam kasus tersebut. 

"Intinya, karena pertimbangan proses lidik dan sidik masih belum selesai," ungkapnya. 

Dia menyebut, selain permohonan penangguhan penahanan, pihaknya juga menerima pihak penjamin dari kedua tersangka tersebut. 

"Penjamin penangguhan tersangka FPJ adalah kakak iparnya. Kemudian penjamin NFM kakak kandungnya," terangnya. 

Pihaknya juga menerima surat pernyataan dari kedua tersangka terkait mereka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak melakukan tindak pidana, bersedia wajib lapor, dan tidak mempersulit jalannya penyidikan hingga dakwaan di pengadilan. (*)

Baca juga: Buka Perkemahan Wirakarya, Menag Yaqut Minta Pramuka Jadi Rumah Generasi Muda Moderat

Baca juga: Karyawan Pegadaian Bobol Agunan Nasabah Rp 1,25 Miliar

Baca juga: Role Playing Tingkatkan Kerja Sama dan Hasil Belajar IPA

Baca juga: Video Pelaku Pedofil di Batang Iming-imingi Uang Rp 35 Ribu Untuk Cabuli Korban

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved