Berita Kesehatan
Nyamplung, Tumbuhan Berkhasiat Antibakteri hingga Antikanker
Pemanfaatan flora sebagai obat telah turun temurun dilakukan. Alasan awalnya cukup sederhana, yaitu kemudahan untuk mendapatkannya.
TRIBUNJATENG.COM - Pemanfaatan flora sebagai obat telah turun temurun dilakukan.
Alasan awalnya cukup sederhana, yaitu kemudahan untuk mendapatkannya.
Namun seiring berjalannya perkembangan gaya hidup kemudian penggunaan herbal sebagai media terapi selain karena khasiat didalamnya juga karena alasan efek samping yang minimal.
Chalophyllum inophyllum L. atau yang banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama camplung, nyamplung, bintanguru, benaga, bintangur laut, atau naga merupakan keluarga Clusiaceae yang mempunyai manfaat untuk pengobatan.
Nama Chalohyllum berasal dari bahasa Yunani yaitu “kalos” yang artinya indah dan “phullon” yang berarti daun sehingga arti dari Chalohyllum yaitu daun yang cantik.
Manfaat
Nyamplung memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan antara lain sebagai pestisida, antifungi, antibakteri, antiinflamasi, antikanker, antivirus, hingga anti HIV.
Nyamplung yang diekstraksi dengan ethanol menunjukkan kemampuan menekan pertumbuhan fungi dari jenis Tricophyton simi dan Tricophyton mentagrophytes penyebab dermatofitosis pada manusia dan hewan.
Ekstrak kloroform juga mampu melawan fungi yang bersifat patogen bagi manusia.
Ekstrak metanol dari kulit batang nyamplung memiliki kemampuan antibakteri yang signifikan dalam melawan Pseudomonas aeurginosa, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Senyawa kumarin dalam nyamplung juga berpotensi dalam menghambat pertumbuhan fungi mikroskopis.
Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak kasar Nyamplung mampu dengan konsentrasi 50 μg/ml mampu menghambat aktifitas siklooksigenase sebesar 77% dan aktifitas lipooksigenase 88%.
Kedua enzim ini berperan dalam pengubahan asam arakidonat menjadi hidroperoksid ketika inflamasi terjadi.
Selain untuk bahan obat, senyawa metabolit sekunder yang bersifat sitotoksik pada Nyamplung dapat dimanfaatkan untuk peptisida.
Asap hasil pembakaran buah nyamplung yang matang bersifat repellent pada nyamuk dan getah dari batangnya bersifat racun pembunuh untuk tikus dan pembius bagi ikan.
Morfologi
Tanaman dari genus Calophyllum ini memiliki pohon dengan warna gelap dengan daun yang rimbun. Ketinggiannya berkisar 10-30 m.
Tumbuhnya agak bengkok hingga sejajar dengan tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/nyamplung-tumbuhan-berkhasiat-antibakteri-hingga-antikanker.jpg)