Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Hari Anak Sedunia, Anak-anak Ambil Alih Jabatan Gubernur, Bupati dan Walikota di Jateng

Gubernur Jawa Tengah, M Pratomo Ambar Bawono meminta wali kota dan bupati untuk mengatasi permasalahan yang ditimbullkan akibat pandemi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Tangkapan layar ruang virtual
Tangkapan layar ruang virtual yang memperlihatkan anak-anak berperan sebagai gubernur, wali kota dan bupati di Jateng. acara ini dalam rangka Hari Anak Sedunia. 

Mereka mengambil alih posisi pemimpin pemerintahan atau kepala daerah di Jateng, ada yang menempati posisi gubernur, bupati, dan wali klota.

"Rasanya saya tertantang memerankan Pak Ganjar. Ia memiliki pengaruh banget terhadap kebijakan maupun  menyelesaikan masalah-masalah. Saya sedikit banyak tahu bagaimana Pak Ganjar menyampaikan sesuatu dan berhadapan dengan audience," kata Pratomo.

Dalam kegiatan terrsebut, satu anak menjadi gubernur dan 33 anak berperan sebagai bupati dan wali kota di Jateng.

Mereka tidak hanya duduk dan berperan sebagai kepala daerah, mereka juga harus bisa menjelaskan kondisi wilayah mereka, terutama terkait penanganan kesehatan mental anak.

Seperti halnya Pratomo, ia berusaha menjelaskan dan memberikan pemaparan terkait apa saja yang harus dilakukan bupati dan wali kota dalam masalah penanganan kesehatan mental anak. Ia berusaha menjadi gubernur sesungguhnya.

Selain itu, ada sejumlah anak yang berperan menduduki kursi jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Wulandari Mega Pratiwi dari SMAN 1 Temanggung yang menduduki jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jawa Tengah mampu menjelaskan kondisi terkini masalah yang dihadapi anak-anak akibat pandemi Covid-19.

"Senang bisa memerankan Kepala Dinas. Saya harus menguasai masalah yang dibahas. Ada tiga isu utama. Pertama anak yatim piatu terdampak Covid-19, kesehatan mental, dan pertemuan tatap muka di new normal," tutur Mega.

Kegiatan Anak-anak Jateng tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jateng, Yayasan Setara, Akatara Jurnalis Sahabat Anak, dan UNICEF.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jateng Retno Sudewi menerangkan bahwa semua kegiatan dirancang anak-anak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved