Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Mantan Putra Mahkota Saudi Dikabarkan Meninggal Dunia di Penjara

Mantan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef, dikabarkan meninggal dunia di penjara.

Tayang:
FARS NEWS AGENCY
Pangeran Mohammaed bin Nayef dan Pangeran Mohammad bin Salman dari Kerajaan Saudi Arabia. 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN – Mantan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef, dikabarkan meninggal dunia di penjara.

Kabar itu disampaikan media semi resmi Iran, Fars News Agency (FNA).

FARS mengutip informasi yang dipublikasikan situs web Saudileaks, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Televisi Afghanistan Dilarang Tayangkan Drama dan Sinetron dengan Pemeran Wanita

Bin Nayef disebut meninggal beberapa hari lalu namun pengadilan kerajaan Saudi belum mengumumkan kematiannya.

Jenazahnya, sampai berita itu diunggah FARS dan Saudileaks, masih tersimpan di instalasi jenazah sebuah rumah sakit di Riyadh.

Belum ada klarifikasi dari sumber resmi kerajaan Saudi.

Sedangkan verifikasi independen belum membuahkan hasil.

Abdul Rahman Razi al-Sahimi, tokoh oposisi Saudi, dalam sebuah posting di halaman twitter-nya meminta bukti keberadaan tokoh penting Saudi yang akhirnya jadi rival berat klan Raja Salman.

Ia mendesak dipublikasikannya Mohammed bin Nayef di penjara lengkap foto audio, video dan tanggal yang tepat untuk membuktikan dia masih hidup.

Awal tahun ini, sumber media Arab melaporkan Pangeran Mohammed bin Nayef berada dalam kondisi kritis dan hampir meninggal.

Akun twitter al-Ahd al-Jadid berbahasa Arab mengutip sumber yang mengatakan pada Juli, bin Nayef menderita diabetes parah dan belum menerima pengobatan apa pun.

Kondisi sulit ini disebut menyebabkan dia kehilangan hampir 22 kilogram berat badan.

Dia juga menderita depresi berat dan gangguan mental. 

Mohammed bin Nayef kabarnya telah disiksa secara parah, kakinya diikat, dua agen telah memukulinya sehingga memar di sekujur tubuhnya.

Dia dilarang tidur dan dibiarkan begitu saja dalam posisi tangan dan kakinya diikat dan ditutup matanya selama beberapa hari.

Bin Nayef, menurut al-Ahd al-Jadid, mengalami kematian bertahap dan tujuannya adalah untuk membuat kematiannya terlihat alami.

Pangeran Mohammed bin Nayef (62) semula adalah putra mahkota dan menjabat Mendagri Arab Saudi, hingga Raja Salman melorotnya.

Setelah lolos dari empat upaya pembunuhan, Bin Nayef ditangkap pada Maret 2020 oleh Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) ketika pemimpin de facto Saudi, mengkonsolidasikan kekuatan.

Bin Nayef ditahan tanpa tuduhan.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada NBC News pada akhir Juni ada bukti bin Nayef ditahan baru-baru ini di kompleks pemerintah di sebelah Istana al-Yamamah di Riyadh.

Lokasi penahanannya hanya hanya beberapa ratus meter dari tempat Pangeran MBS biasa menjamu pejabat asing.

Dua orang yang mengetahui situasinya, yang meminta identitasnya dilindungi mengatakan Bin Nayef terakhir tidak bisa berjalan tanpa bantuan.

"(Dia) tidak diizinkan keluar dan dibatasi di wilayahnya sendiri," kata salah satu sumber.

"Selama hari itu, dia tidak melihat siapa pun dan tidak diizinkan mengakses dokter pribadi atau perwakilan hukumnya," katanya.  

Persaingan sengit terjadi di lingkaran elite kerajaan Saudi yang masih satu klan.

Kemunculan Pangeran Mohammad bin Salman sebagai putra mahkota menghadirkan serangkaian tindakan keras yang selama ini belum pernah terjadi.

Jauh sebelum geger suksesi kerajaan, Putra Mahkota Saudi Nayef bin Abdul Aziz al-Saud, lebih dulu meninggal sebelum ia menerima kekuasaan dari Raja Abdullah  

Tokoh kuat Saudi yang menjabat Mendagri dan memimpin perang melawan Al Qaeda meninggal di Jenewa, Swiss pada 16 Juni 2012.

Meninggalnya Nayef membuat jalan Pangeran Salman bin Abdul Aziz al Saud menuju kursi raja jadi lempang sepeninggal raja Abdullah.

Pangeran Salman saat itu menjabat Gubernur Riyadh, sebelum kemudian didapuk jadi Menteri Pertahanan.

Seperti Pangeran Nayef, Pangeran Salman adalah satu di antara sekelompok bersaudara yang disebut Sudeiri tujuh, semuanya lahir dari Hassa al-Sudeiri.

Perempuan ini istri favorit Raja Abdul Aziz al-Saud, yang mendirikan kerajaan Saudi pada 1932.

Pangeran Salman diyakini memiliki masalah punggung, tetapi tidak ada penyakit yang mengancam jiwa.

“Pangeran Nayef adalah tokoh besar dalam sistem selama 40 atau 50 tahun terakhir,” kata Khalid al-Dakhil, seorang analis politik Saudi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pangeran Mohammed bin Nayef, Eks Putra Mahkota Saudi Dikabarkan Meninggal di Penjara

Baca juga: Keluarga Afghanistan Jual Anak Perempuan demi Bertahan Hidup

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved