Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Keluarga Afghanistan Jual Anak Perempuan demi Bertahan Hidup

Dia tidak punya pilihan lain selain menawarkan putrinya yang berusia tujuh tahun bernama Jamila untuk dijual.

WAKIL KOHSAR / AFP
Foto yang diambil pada Minggu (12/9/2021), menunjukkan seorang wanita melihat barang-barang rumah tangga bekas yang dijual di pasar di lingkungan barat laut Khair Khana di Kabul. Pasar loak Kabul penuh dengan barang-barang yang dijual orang Afghanistan dengan harga sangat murah hanya untuk membayar makanan. 

TRIBUNJATENG.COM - Kondisi Afghanistan memprihatinkan.

Ekonomi Afganistan yang sebelumnya telah babak belur kini dihantam kekeringan berkepanjangan dan berkuasanya kembali Taliban.

Taliban hingga kini masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan internasional setelah merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus 2021.

Baca juga: Taliban Sergab Persembunyian ISIS-K di Afghanistan Dini Hari, 4 Milisi Tewas 10 Ditangkap

Di dalam negeri, mereka juga berjuang untuk memahami dan mengendalikan situasi Afganistan yang memburuk.

Namun rakyat miskinlah yang harus membayar harga paling mahal.

"Pandemi Covid-19, krisis pangan yang telah berlangsung, dan datangnya musim dingin semakin memperburuk keadaan," menurut laporan yang baru diterbitkan oleh UNICEF, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kepada anak-anak di seluruh dunia.

"Pada tahun 2020, hampir setengah dari populasi Afganistan sangat miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti nutrisi dasar atau air bersih," menurut laporan tersebut.

Dan ini menggambarkan kondisi sebelum pergolakan belakangan ini.

Menurut UNICEF, jutaan anak masih membutuhkan bahan-bahan kebutuhan penting, termasuk perawatan kesehatan primer, vaksin polio dan campak, nutrisi, pendidikan, perlindungan, tempat tinggal, air dan sanitasi.

Warga Afghanistan menunggu dalam antrean panjang selama berjam-jam untuk mencoba menarik uang, di depan sebuah bank di Kabul, Afghanistan, Senin, 30 Agustus 2021.(AP PHOTO/KHWAJA TAWFIQ SEDIQI)
Warga Afghanistan menunggu dalam antrean panjang selama berjam-jam untuk mencoba menarik uang, di depan sebuah bank di Kabul, Afghanistan, Senin, 30 Agustus 2021.(AP PHOTO/KHWAJA TAWFIQ SEDIQI) (Kompas.com/Istimewa)

Anak perempuan terpaksa dijual

Mohammad Ibrahim, penduduk Kabul, adalah salah satu dari banyak orang yang tidak punya pilihan lain selain menawarkan putrinya yang berusia tujuh tahun bernama Jamila untuk dijual.

Uang hasil penjualan Jamila akan dipakai untuk membayar utang-utang keluarganya.

"Seseorang datang dan mengatakan kepada saya untuk membayar utang atau 'Saya akan membakar rumah Anda hingga jadi abu,'" kata Ibrahim kepada DW.

Namun dia mendapat tawaran untuk "menyerahkan putrinya" guna melunasi utang.

"Pria itu orang kaya," lanjut Ibrahim.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved