Berita Internasional
Keluarga Afghanistan Jual Anak Perempuan demi Bertahan Hidup
Dia tidak punya pilihan lain selain menawarkan putrinya yang berusia tujuh tahun bernama Jamila untuk dijual.
TRIBUNJATENG.COM - Kondisi Afghanistan memprihatinkan.
Ekonomi Afganistan yang sebelumnya telah babak belur kini dihantam kekeringan berkepanjangan dan berkuasanya kembali Taliban.
Taliban hingga kini masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan internasional setelah merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus 2021.
Baca juga: Taliban Sergab Persembunyian ISIS-K di Afghanistan Dini Hari, 4 Milisi Tewas 10 Ditangkap
Di dalam negeri, mereka juga berjuang untuk memahami dan mengendalikan situasi Afganistan yang memburuk.
Namun rakyat miskinlah yang harus membayar harga paling mahal.
"Pandemi Covid-19, krisis pangan yang telah berlangsung, dan datangnya musim dingin semakin memperburuk keadaan," menurut laporan yang baru diterbitkan oleh UNICEF, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kepada anak-anak di seluruh dunia.
"Pada tahun 2020, hampir setengah dari populasi Afganistan sangat miskin dan tidak bisa memenuhi kebutuhan seperti nutrisi dasar atau air bersih," menurut laporan tersebut.
Dan ini menggambarkan kondisi sebelum pergolakan belakangan ini.
Menurut UNICEF, jutaan anak masih membutuhkan bahan-bahan kebutuhan penting, termasuk perawatan kesehatan primer, vaksin polio dan campak, nutrisi, pendidikan, perlindungan, tempat tinggal, air dan sanitasi.
Anak perempuan terpaksa dijual
Mohammad Ibrahim, penduduk Kabul, adalah salah satu dari banyak orang yang tidak punya pilihan lain selain menawarkan putrinya yang berusia tujuh tahun bernama Jamila untuk dijual.
Uang hasil penjualan Jamila akan dipakai untuk membayar utang-utang keluarganya.
"Seseorang datang dan mengatakan kepada saya untuk membayar utang atau 'Saya akan membakar rumah Anda hingga jadi abu,'" kata Ibrahim kepada DW.
Namun dia mendapat tawaran untuk "menyerahkan putrinya" guna melunasi utang.
"Pria itu orang kaya," lanjut Ibrahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-afghanistan-jual-barang-barang-untuk-makan.jpg)