Breaking News:

Berita Pendidikan

Buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi, Kumpulan Praktik Baik dari Para Guru Kreatif

Bersamaan momen Hari Guru Nasional 2021, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Tangkapan Layar
Tangkapan layar ruang virtual peluncuran buku┬áPembelajaran Aktif di Masa Pandemi yang berisi metode pembelajaran atau praktik baik dari para guru kreatif dan inovatif di Indonesia. Peluncuran ini kerja sama antara Kemendikbudristek, Tanoto Foundation, dan Kompas.com 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Bersamaan momen Hari Guru Nasional 2021, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kompas.com meluncuran buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi, Kamis (25/11/2021).

Buku yang ditulis 44 guru dan kepala sekolah tersebut memuat pengalaman dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada siswa di tengah tantangan dan keterbatasan karena dampak pandemi.

Seperti diketahui, data di Kemendikbudristek menunjukan hampir dua tahun terakhir ini, sekitar 51 juta siswa dan 3 juta guru terdampak pandemi Covid-19.

Dihadapkan pada situasi serba mendadak dan terbatas, para guru dan penyelengara pendidikan dituntut beradaptasi dengan model pembelajaran baru. Terutama model pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berbasis teknologi.

Namun, hal baru tersebut tidak berjalan lancar, banyak tantangan yang dihadapi. Kondisi di setiap wilayah, sekolah, dan peserta didik berbeda-beda. Sehingga penggunaan teknologi belum sepenuhnya optimal.

Selama pandemi ada 96,6 persen siswa yang belajar dari rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 86,6 persen siswa Indonesia belajar di rumah hanya dengan mengerjakan tugas dari guru.

Sayangnya, pembelajaran yang interaktif hanya berhasil dilakukan 38,8 persen. Sebanyak 53,55 persen guru didapati kesulitan mengelola kelas selama PJJ dan 49,24 persen guru terhambat melaksanakan asesmen PJJ.

Guru yang sulit menggunakan teknologi selama PJJ, jumlahnya mencapai 48,45 persen. Padahal, garda terdepan pendidikan yang harus adaptif dan berinovasi adalah guru.

"Kami mempersebahkan buku ini untuk mendorong pembelajaran agar lebih kreatif dan tetap menyenangkan dalam berbagai situasi dan kondisi," kata Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, M Ari Widowati dalam program K-Talk Hari Guru Kompas.com secara virtual.

Pandemi covid, lanjutnya, sejatinya mendorong percepatan inovasi dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali di pendidikan. Guru dan  peserta didik harus bertransformasi untuk beradaptasi di tengah keterbatasan, di antaranya dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk belajar dan mengajar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved