Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Galih Suci, Guru SD Inspiratif Nasional dari Semarang: Hadirkan ELSA ke Ruang Kelas

Peringatan Hari Guru Nasional yang sekaligus HUT PGRI jadi hari spesial untuk Galih.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok pribadi narsum
Peraih anugerah guru inspiratif nasional dari SDN Sekaran 02 Gunungpati Kota Semarang, Galih Suci Pratama 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Peringatan Hari Guru Nasional yang sekaligus HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjadi hari spesial untuk Galih Suci Pratama.

Guru muda yang mengajar di SDN Sekaran 02 Gunungpati Kota Semarang dinobatkan sebagai guru SD inspiratif nasional dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif 2021 Rabu (24/11/2021) malam.

Galih merupakan satu dari lima guru SD di Indonesia yang mendapatkan apresiasi pada malam penganugerahan yang diadakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek.

Selama pandemi, pria kelahiran Banjarnegara tersebut menginisiasi suatu sistem agar proses pembelajaran secara daring bisa efektif.

Pandemi yang menuntut aktivitas belajar mengajar dilakukan secara terbatas atau hybrid learning, baik daring maupun luring, menguji kompetensi guru. Terutama untuk menyiasati penyampaian materi kepada muridnya.

"Data hasil pengamatan menunjukkan masih banyak guru yang hanya mengirimkan soal ke peserta didik tanpa disertai uraian materi yang lengkap. Di sisi lain, masih banyak guru yang kesulitan dalam menyiapkan materi pembelajaran, pertemuan secara daring (vicon)," kata Galih, Kamis (25/11/2021).

Kepekaan sosial dan jiwa kepeduliaannya yang terasah sejak jadi aktivis mahasiswa, menggerakan dirinya untuk membantu rekan-rekan guru SD.

Oleh sebab itu, pada Maret 2020 Galih bersama sejumlah rekannya dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang mengadakan pelatihan pembelajaran daring untuk guru SD terkait penggunaan Google Classroom, video conference, Ms Sway dan Google form.

Namun hasil evaluasi dari pelatihan ini, guru masih kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Ia pun berputar otak.

Diperlukan platform yang lebih mudah dipahami. Tercetuslah pembelajaran menggunakan audio visual yaitu melalui kanal YouTube.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved