Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Jumlah Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kab.Tegal Tahun 2021 Alami Kenaikan, Ini Penyebabnya

Sementara untuk obat-obatan terlarang yang berhasil diamakankan sebanyak 1.701 butir jenis hexymer, dan 17 butir di antaranya obat jenis psikotropika

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Kasat Narkoba Polres Tegal Iptu Triyatno, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (29/11/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Meski kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Tegal tergolong kategori landai, namun di masa pandemi Covid-19 ini mengalami sedikit kenaikan jumlah kasus jika dibandingkan tahun 2020 lalu.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, melalui Kasat Narkoba Polres Tegal Iptu Triyatno, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (29/11/2021).

Jika tahun 2020 lalu tim Satresnarkoba Polres Tegal berhasil mengungkap 18 kasus penyalahgunaan narkotika, di tahun 2021 ini atau tepatnya sampai akhir November sudah ada 29 kasus yang diangkat ke pengadilan.

Pandemi Covid-19 mempengaruhi peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika, hal ini karena pembatasan aktivitas dan hanya di rumah saja membuat penggunaan media sosial (medsos) semakin masif.

Sedangkan komunikasi antar pengguna ataupun lainnya juga menggunakan medsos sehingga mempengaruhi.

"Indikasinya kenapa saat pandemi Covid-19 jumlah kasus penyelahgunaan narkotika naik? karena situasi seperti ini pergaulan melalui medsos semakin gencar. Adapun yang paling banyak kami temukan yaitu sabu dan tembakau gorila," ungkap Iptu Triyatno. 

Adapun rinciannya, sampai November 2021 secara global atau menyeluruh jumlah berat bersih yang berhasil diamakankan oleh Satresnarkoba Polres Tegal sebanyak 7,34 gram.

Ganja yang berhasil diamankan 4 pohon atau timbangan berat bersih 53,02 gram.

Tembakau sintetis atau biasa disebut tembakau gorila yang berhasil diamankan berat 48,74 gram.

Sementara untuk obat-obatan terlarang yang berhasil diamakankan sebanyak 1.701 butir jenis hexymer, dan 17 butir di antaranya obat jenis psikotropika.

"Kami juga melakukan tes urine ke ASN di lingkungan Pemkab Tegal. Tujuannya sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap ASN maupun masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika.

Selain itu juga dalam rangka menjalankan instruksi presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (RAN P4GN)," tandasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved