Sejumlah Negara Mulai Catat Kasus Perdana Covid-19 Omicron
Jepang melaporkan kasus pertama Omicron, setelah seorang laki-laki berusia 30-an tiba dari Namibia di Bandara Narita pada Minggu (28/11) lalu.
TRIBUNJATENG.COM - Sejumlah negara mulai mencatatkan kasus pertama varian baru covid-19 Omicron, menyusul masuknya pendatang dari negara Afrika. Kini, puluhan negara telah menutup pintu kedatangan dari Benua HItam.
Jepang misalnya yang telah melaporkan kasus pertama varian Omicron pada Selasa (30/11) waktu setempat, setelah nyaris 'mengalahkan' varian virus corona Delta.
Jepang sebenarnya telah berhasil secara drastis mengurangi beban kasus harian varian Delta pada pertengahan November ini, karena aturan covid-19 yang ketat dan tingkat vaksinasi yang tinggi.
Media lokal mengatakan, pasien merupakan seorang diplomat dari Namibia. Namun Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno enggan menyebutkan kewarganegaraan pasien tersebut.
"Infeksi itu terdeteksi pada seorang laki-laki berusia 30-an yang telah tiba dari Namibia," kata Matsuno. Ia menyampaikan bahwa pasien saat ini dirawat di fasilitas medis.
Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (30/11), sebelumnya The Japan Times mengutip sumber pemerintah yang menyebut pasien merupakan seorang diplomat Namibia yang dites positif covid-19 di Bandara Narita dekat Tokyo, setelah tiba di sana pada Minggu (28/11) lalu.
Jepang pun telah menutup perbatasan bagi semua pelancong asing pada Selasa dalam upaya untuk mencegah penyebaran varian Omicron yang diyakini para ilmuwan berpotensi lebih menular dan kebal vaksin dibandingkan dengan varian sebelumnya, termasuk Delta.
Di Australia, virus corona jenis Omicron untuk pertama kalinya terdeteksi pada dua penumpang yang diuji setelah terbang dari Afrika Selatan ke Sydney, dan sempat singgah di Singapura.
Melansir Al Jazeera, otoritas kesehatan di negara bagian timur New South Wales mengatakan pada Minggu (28/11), pengujian genomik mendesak dilakukan dan mengonfirmasi jenis baru itu ada pada dua orang yang mendarat di Sydney pada Sabtu (27/11).
NSW Health dalam sebuah pernyataan menyebut, kedua penumpang tersebut berasal dari Afrika Selatan, dan tiba di Australia dengan penerbangan Qatar Airways melalui Doha.
Mereka dites positif covid-19 tak lama setelah tiba, kemudian dianalisis untuk mencari tahu apakah terinfeksi strain Omicron yang mutasi protein lonjakannya sangat tinggi.
“Dua kasus positif yang tidak menunjukkan gejala itu diisolasi di fasilitas kesehatan khusus. Kedua orang tersebut telah divaksinasi penuh,” kata NSW Health.
Karantina
Sebanyak 12 penumpang lain dari Afrika Selatan pada penerbangan yang sama tidak dinyatakan positif covid-19, tetapi telah ditempatkan di karantina.
Otoritas kesehatan menambahkan, sekitar 260 penumpang dan awak di pesawat juga telah diperintahkan untuk diisolasi.
Australia juga mengantisipasi penyebaran varian baru itu, mengingat kedua pendatang positif itu diketahui sempat mendatangi mal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/covid19-omicron.jpg)