Berita Internasional
Taliban Disebut Telah Eksekusi Lebih dari 100 Eks Tentara Afghanistan di 4 Provinsi
Lebih dari 100 mantan tentara Afghanistan telah diseksekusi atau dibunuh oleh Taliban tersebar di empat provinsi.
TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Lebih dari 100 mantan tentara Afghanistan telah diseksekusi atau dibunuh oleh Taliban tersebar di empat provinsi.
Selain itu, Taliban juga dituding menghilangkan jejak mereka selama 2,5 bulan pertama berkuasa di Afghanistan.
Tuduhan tersebut berdasarkan laporan terbaru dari Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM).
Kematian mantan tentara Afghanistan itu menjadi bagian dari sejumlah pembunuhan dan eksekusi, yang kebanyakan sebagai aksi balas dendam, sejak kejatuhan Ashraf Ghani sebagai Presiden Afghanistan, Agustus lalu.
Baca juga: Tagar Reuni 212 Trending Twitter, Peneliti Sebut Ada Gerakan Bersamaan Online dan Offline
Baca juga: Pantau Langsung Reuni 212, KSAD Dudung Datangi Kawasan Patung Kuda: Izinnya Tidak Ada
Baca juga: Peserta Aksi Reuni 212 Mulai Berdatangan Tapi Tak Bisa Masuki Kawasan Patung Kuda
Dikutip dari The New York Times, pembunuhan tersebut menggarisbawahi bahaya yang dihadapi para pengkritik Taliban, aktivis dan mantan anggota pasukan Afghanistan.
Padahal saat mengambilalih kekuasaan, Taliban mengumumkan akan memberikan ampunan bagi pekerja pemerintahan dan pejabat militer.
Pada laporan yang dirilis, Selasa (30/11/2021), Lembaga HAM memberikan detail pembunuhan atau penghilangan secara paksa 47 mantan pasukan Afghanistan baik yang menyerah atau ditahan antara 15 Agustus dan 31 Oktober.
Hal itu dilakukan di empat provinsi Afghanistan, Ghazni, Helmand, Kandahar dan Kunduz.
Mereka juga mengindikasikan bahwa Taliban bertanggung jawab atas kematian dan penghilangan dari setidaknya 53 mantan anggota pasukan Afghanistan di provinsi yang sama.
“Janji pemimpin Taliban untuk memberikan amnesti tak menghentikan komandan lokal dari melakukan eksekusi atau penghilangan mantan anggota pasukan Afghanistan,” kata Direktur Lembaga HAM Asia, Patricia Gossman.
“Beban ada pada Taliban untuk menghentikan pembunuhan lebih lanjut, membuat pelaku bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban,” tambahnya.
Gossman menambahkan bahwa pembunuhan tersebut telah berkembang menjadi upaya yang lebih disengaja untuk menghancurkan para pembangkang, dan juga mereka yang mungkin menjadi ancaman bagi pemerintah baru,
Selain itu, para pemimpin Taliban akan memaafkan kekejaman tersebut.
Juru Bicara Taliban, Inamullah Samangani, mengakui sejumlah anggotanya mungkin melakukan hal itu sebagai pembalasan.
Tetapi ia menegaskan pembunuhan dan penghilangan bukanlah kebijakan Taliban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bom-mobil-di-taliban.jpg)