Unsoed Purwokerto
Mahasiswa Unsoed Purwokerto Bantu Kelola Sampah Desa Papringan Banyumas
Desa Papringan merupakan salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang belum memiliki tempat pengelolaan sampah.
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Pencinta Alam "Carya Bhuana" Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto bersama Karang Taruna Desa Papringan berinisiasi membentuk “Omah Sampah”.
Desa Papringan merupakan salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang belum memiliki tempat pengelolaan sampah.
Selama ini sampah di Desa Papringan hanya dikumpulkan kemudian dibuang begitu saja atau dibakar, belum ada tempat pengumpulan sampah dan pengolahan secara khusus.
Ketiadaan tempat pengelolaan sampah sangat diperlukan, terlebih dengan adanya Surat Edaran Bupati Banyumas No. 660.1/7776/2018 tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Berdasarkan surat edaran tersebut, pengelolaan sampah yang sebelumnya berbasis pelayanan oleh Pemerintah Daerah dengan pola kumpul, angkut, dan buang ke TPA, berubah menjadi pengelolaan sampah yang dilakukan dari sumbernya dan berbasis masyarakat dengan pola pilah sampah, manfaatkan, dan musnahkan sisanya.
Kepala Desa Papringan, Atamsejak lama berharap adanya tempat pengelolaan sampah di Desa Papringan.
Akhirnya, diprakarsai kelompok Mahasiswa Pencinta Alam “Carya Bhuana” Unsoed dibentuk pengelolaan sampah bersama Karang Taruna Desa Papringan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D)Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
“Kegiatan PHP2D dimulai sejak Juni 2021, namun di awal kegiatan kami fokus pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi pupuk. Sekitar 3 bulan lalu kami mulai merintis Omah Sampah dengan membuat bangunan sederhana,” jelas Rainy Giftamarini, Ketua Tim PHP2D Carya Bhuana.
Tempat pengelolaan sampah yang bernama Omah Sampah ini bertempat di RT 1 RW 1 Desa Papringan atau biasa dikenal daerah Kalipetung.
Memanfaatkan lahan desa yang tak terpakai, program inimenggandeng mitra yaitu Karang Taruna Jangkar Mas VIIIDesa Papringan.
Saat ini sudah berdiri bangunan Omah Sampah yang sederhana menanfaatkan baliho dan bambu sebagai bahan bangunannya.
Omah sampah sudah mulai beroperasi dalam tahap uji coba.
“Setiap rumah tangga diberi dua ember untuk memisahkan sampah organic dan anorganik Kegiatan ini menampung sampah rumah tangga dari warga Desa Papringan yang diambil oleh anggota Karang Taruna setiap 3 hari sekali.Sampah yang telah diambil nantinya akan dipisah lebih lanjut di Omah Sampah”, jelasnya.
Sampah organik diolah menjadi pakan larva lalat tentara hitam atau biasa dikenal dengan maggot BSF dan menjadi pupuk organik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tim-php2d-faperta-unsoed-dirikan-omah-sampah-di-desa-papringan-banyumas.jpg)