Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Dunia

Ukraina Rusia di Ambang Peperangan, Ini Kondisi Terbarunya

Perang Ukraina vs Rusia dikhawatirkan akan segera pecah, dengan berbagai persiapan hingga penumpukan pasukan kedua kubu

Nile Post
militer rusia 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC -- Perang Ukraina vs Rusia dikhawatirkan akan segera pecah, dengan berbagai persiapan hingga penumpukan pasukan kedua kubu dan peningkatan eskalasi militer di perbatasan.

Meski demikian, para pemimpin Amerika Serikat (AS), Jerman, Italia, Prancis dan Inggris pada hari Senin (6/12) menekankan perlunya melindungi kedaulatan Ukraina dalam menghadapi provokasi terus-menerus oleh Rusia.

"Kedaulatan Ukraina harus dihormati," kata Gedung Putih, di Washington, dan Istana Kepresidenan lysée di Paris menyusul pembicaraan sejumlah kepala negara dan pemerintahan dari AS, Prancis, Inggris Raya, Italia dan Jerman.

Mereka menyatakan siap untuk bekerja demi pemeliharaan perdamaian dan keamanan di Eropa.

Gedung Putih dan Downing Street mengonfirmasi bahwa Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berbicara pada Senin (6/12) malam, guna membahas situasi di Ukraina, serta wilayah perbatasannya dengan Rusia.

Kesepakatan antara lima sekutu itu datang pada malam sebelum pertemuan video antara Presiden AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menyusul pergerakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Barat khawatir bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan ke negara tetangganya itu.

AS mengancam Rusia dengan konsekuensi serius jika terjadi eskalasi militer.

Pada konferensi video pada Selasa (7/12), Biden menjelaskan kepada Putin bahwa biayanya akan sangat tinggi jika Rusia memutuskan mendukung pendekatan semacam itu, kata seorang pejabat pemerintah di Washington.

"Sanksi ekonomi yang keras dan penempatan lebih banyak pasukan di Eropa Timur juga tengah dipertimbangkan. Namun belum ada pertimbangan untuk mengerahkan kekuatan militer," jelas pejabat itu.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga telah berbicara dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy pada Senin (6/12), dan menyatakan kembali dukungan tak tergoyahkan Washington untuk kedaulatan Ukraina ketika negara itu menghadapi agresi Rusia, kata Departemen Luar Negeri.

Sementara Direktur CIA, Williiam Burns mengatakan pada hari yang sama, bahwa dia tidak akan meremehkan selera Putin akan segala hal yang mengandung risiko.

Siap tempur

Selain itu, kepala staf umum dari 30 negara NATO juga berkumpul dalam sebuah pertemuan khusus.

Menurut NATO, Rusia baru-baru ini menempatkan kontingen pasukan siap tempur dalam jumlah yang luar biasa besar, lengkap dengan artileri berat dan pesawat nirawak atau drone di perbatasan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved