Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Dunia

Ukraina Rusia di Ambang Peperangan, Ini Kondisi Terbarunya

Perang Ukraina vs Rusia dikhawatirkan akan segera pecah, dengan berbagai persiapan hingga penumpukan pasukan kedua kubu

Nile Post
militer rusia 

Pada minggu lalu, media AS melaporkan bahwa laporan intelijen meyakini Putin telah mempersiapkan invasi dengan menempatkan sekitar 175,000 pasukan.

Pada akhir Oktober lalu, video-video mulai beredar di media sosial yang menunjukkan Rusia mengerahkan tentara, tank, dan rudal ke perbatasan Ukraina.

Para pejabat Ukraina pada saat itu mengatakan, Rusia mengutus sekitar 115.000 tentara ke daerah tersebut. Rusia sebelumnya diketahui membangun pasukan di perbatasan Ukraina pada musim semi ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (6/12), dilaporkan mengunjungi tentara yang berjaga di garis depan di timur negara itu.

Dia mengunjungi posisi-posisi pasukan di Donetsk, dan berterima kasih kepada para tentara karena melindungi integritas wilayah Ukraina, menurut kantor kepresidenan di Kiev.

"Dengan orang-orang seperti Anda, kita pasti akan menang," ujar Selenskyy penuh keyakinan.

Foto yang dirilis oleh kantor kepresidenan menunjukkan presiden berusia 43 tahun itu di parit mengenakan helm dan rompi antipeluru, membagikan penghargaan kepada tentara-tentara Ukraina dan berjabat tangan.

Kunjungan Zelenskyy dilakukan pada malam pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden, yang diperkirakan fokus pada kekhawatiran Washington atas kegiatan militer Rusia di dekat Ukraina.

AS dan sekutu Barat Kiev lain selama berminggu-minggu menuduh Rusia mengumpulkan pasukan di dekat Ukraina dan merencanakan invasi, tetapi Rusia menepis tuduhan itu.

Perkembangan terakhir ini mengingatkan pada peristiwa pada 2014 ketika Rusia mencaplok semenanjung Krimea, dan mulai mendukung separatis di Ukraina timur.

Dukungan ini masih berlangsung hingga kini.

Konflik tersebut belum terselesaikan hingga saat ini, dan pertempuran berulang kali kembali pecah di Ukraina timur. Rusia mendukung pemberontak yang telah memproklamasikan apa yang mereka sebut Republik Rakyat di wilayah Luhansk dan Donetsk.

Pemerintah Moskow menegaskan bahwa mereka tidak punya niat untuk berperang. Menurutnya, pemerintah Rusia bisa memindahkan pasukan mereka ke mana pun di wilayah Rusia.

Selain itu, Kremlin mengkritik kehadiran militer negara-negara Barat di dekat perbatasan Rusia, dan menganggapnya sebagai provokasi. Putin juga menginginkan jaminan bahwa Ukraina tidak akan menjadi anggota NATO.(Tribunnews/Berbagai sumber)

Baca juga: Not Angka Pianika Banda Neira Sampai Jadi Debu Selamanya Sampai Kita Tua

Baca juga: Cegah Kerumunan di Rest Area saat Libur Nataru, Jasa Marga Minta yang Mau Istirahat Secukupnya Saja

Baca juga: Alasan OJK bakal Perketat Aturan Penjualan Unitlink

Baca juga: Viral Polwan Dipukuli Oknum Tentara saat Mau Lerai Perkelahian, Korban Ternyata Anak Perwira TNI

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved