Breaking News:

Berita Batang

Proyek Pembangunan di Eks-Terminal Banyuputih Terlambat, Kontraktor Terancam Blacklist

Proyek pembangunan Gedung Islamic Center Batang semakin mengalami keterlambatan hingga mencapai minus 20 persen.

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TribunJateng.com/Dina Indriani
Progres proyek pembangunan Gedung Islamic Batang yang menempati eks Terminal Banyuputih, Kamis (9/12/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Proyek pembangunan Gedung Islamic Center Batang semakin mengalami keterlambatan hingga mencapai minus 20 persen.

Pembangunan Islamic Center, yang menempati Eks-Terminal Banyuputih, Batang, itu menelan anggaran Rp 11,9 miliar dari APBD.

Pada awalnya keterlambatan berada di angka lima persen, namun saat ini keterlambatan mencapai minus 20 persen.

Pemkab Batang sudah melayangkan surat peringatan kepada pelaksana proyek pembangunan Islamic Center, berkait dengan keterlambatan tersebut.

"Kami telah memberikan peringatan pertama, sekitar dua minggu lalu, dan saat ini masih memberi uji coba hingga 12 Desember," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Nursito, Kamis (9/12).

Nursito menjelaskan, jika hasil evaluasi tidak memenuhi target, pihaknya akan melayangkan surat peringatan kedua.

"Jika hingga batas waktu tidak selesai, maka kontraktor bisa terjadi terancam blakclist," ujarnya.

Dia menambahkan, jika ada keterlambatan pada rencana kerja 0-70 persen, status menuju kontrak kritis. Lalu, saat ada keterlambatan lebih dari 5 persen pada target 70 -100 persen, maka masuk masa kontrak kritis.

"Jika terlambat, kami masih memberi kesempatan perpanjangan dengan denda. Tapi jika tidak selesai, maka kami blacklist," jelasnya.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan Dinas PUPR Batang, Danang Purwanto menyebut, evaluasi proyek masih menggunakan Mutual Check (MC) 50, pihak kontraktor mengajukan evaluasi dengan MC 100.

"Ada pekerjaan yang tidak terhitung jika menggunakan MC 50 meski sudah melebihi rencana. Oleh karena itu mereka mengajukan evaluasi dengan MC 100 l," jelasnya.

Ia menilai, secara teknis seharusnya kontraktor bisa menyelesaikan, hal itu tergantung manajemen pelaksana proyek di lapangan.

Danang menyebut, pelaksana beralasan ada beberapa kendala antara lain pasokan material, hingga koordinasi tenaga kerja tidak maksimal.

"Tenaga kerja banyak, tapi tidak sesuai target. Kalau perhitungan sekarang progress masih 50 persen dari target 70 persen," katanya. (din)

Baca juga: Tawuran Pelajar Maut : Satu Pelajar Tewas Kehabisan Darah

Baca juga: Momen Pilu Pertemuan Para Korban Herry Wirawan dengan Orangtua, Pulang dari Ponpes Remaja Bawa Bayi

Baca juga: Hujan Meteor Monocerotid Chi-Orionid, Bisa Disaksikan di Langit Indonesia Selama 3 Hari

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved