Berita Kesehatan
Manfaat Tumbuhan Wuni Mengobati Tekanan Darah Tinggi Hingga Luka Luar
Di Jawa dan Sunda, tumbuhan ini dinamai tumbuhan wuni, di Sulawesi dinamai Bune atau Tedong, di Melayu dinamai Buni, dan di Madura dinamai Burneh
TRIBUNJATENG.COM - Antidesma bunius (L.) Spreng. memiliki beberapa sebutan yang berbeda di setiap daerahnya.
Di Jawa dan Sunda, tumbuhan ini dinamai tumbuhan wuni, di Sulawesi dinamai Bune atau Tedong, di Melayu dinamai Buni, dan di Madura dinamai Burneh (Hariana, 2013).
Buah Wuni termasuk ke dalam anggota genus Antidesma dan suku Phyllanthaceae. Rasanya asam, namun ternyata tidak hanya untuk rujak saja, buah Wuni punya banyak khasiat.
Manfaat
Bagian-bagian tumbuhan Wuni yang memiliki manfaat, antara lain bagian daun dan buah.
Secara tradisional, masyarakat sudah menggunakan tumbuhan wuni sebagai obat untuk penyakit darah tinggi, jantung berdebar, sifilis, anemia, anti kanker, antiradikal, anemia, dan kanker (Indrawati & Rizki, 2017).
Buah Wuni diolah dengan cara direbus hingga matang, dikonsumsi bagian daging buah tanpa bijinya, lalu disegerakan meminim 1 gelas air hangat untuk mendapatkan manfaat sebagai obat tekanan darah tinggi.
Untuk mendapatkan khasiat sebagai penutup luka luar, daun wuni dapat diolah dengan cara ditumbuk hingga halus, kemudian ditempelkan pada luka.
Tidak lupa luka yang sudah ditempelkan daun wuni, ditutup kembali dengan kain atau perban (Rakhmawati et al., 2018).
Morfologi
Wuni memiliki habitus pohon, tingginya dapat mencapai 30 m.
Batang pohon setinggi dadanya dapat berdiameter hingga 25 cm.
Batangnya memiliki banyak cabang, sehingga pohonnya tumbuh dengan daun yang rindang.
Daun wuni tersusun secara berseling tunggal, berbentuk lonjong, dengan panjang dapat mencapai 25 cm dan lebar 10 cm.
Permukaan daun mengkilap dengan tepi daunnya rata.
Pertulangan daun utama terlihat jelas tersusun meyirip. Bunga jantan yang lebih besar dari bunga betinanya, berada di pohon yang berbeda.
Bunga berwarna kemerahan dan berbentuk mangkuk – lonceng.
Buah wuni berbentuk bulat kecil, berukuran maksimal 1 cm, dan tersusun membentuk seperti tandan di satu tangkai panjang.
Buah wuni yang masih muda berwarna hijau, ketika sudah matang akan berair dan berwarna merah hingga kebiruan.
Buah wuni memiliki biji yang ukurannya lebih kecil lagi di dalamnya. Biji buah berwarna keputihan ((Lembaga Biologi Nasional (1977) dan Almaidah (2018)).
Kandungan fitokimia
Tumbuhan Wuni mengandung beberapa senyawa di bagian-bagian tumbuhannya.
Senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid ditemukan di bagian daun dan kulit batangnya.
Selain itu, saponin dan tanin juga dapat ditemui di bagian akarnya.
Bagian buahnya yang berwarna merah menarik ini, walauoun rasanya sedikit masam, mengandung antosianin, flavonoid, dan assam fenolat (Indrawati & Rizki, 2017).
Ekologi
Tumbuhan Wuni memiliki toleransi terhadap kekeringan, tetapi juga dapat hidup di daerah yang lembab oleh karena itu, tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi.
Tumbuhan ini dapat tumbuh di ketinggian hingga 1800 m dpl di daerah tropik.
Tanah aluvial, tanah liat, tanah vulkanik, kapur, dan tanah bekas pembakaran merupakan jenis tanah yang dapat ditanami tumbuhan wuni (Almaidah, 2018).
Sebaran
Tumbuhan Wuni tersebar di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara hingga bagian utara dari Australia (Rindyastuti & Hapsari, 2017). Srilanka, India Selatan, Hilmalaya Timur, Thailand, Myanmar, Cina Selatan, Indo Cina, dan Pulau Banggi di Malaysia, merupakan tempat-tempat dapat ditemukannya tumbuhan wuni ini.
Di Indonesia, terutama di Jawa, tumbuhan ini dapat ditemukan dengan lebih mudah karena dibudidayakan secara luas (Almaidah, 2018). Antidesma bunius (L.) Spreng. atau wuni dapat ditemukan di seluruh cagar alam di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat, yaitu Cagar Alam (CA) Keling I abc, CA Keling II/III, CA Kembang, dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Buah-Wuni.jpg)