OPINI
OPINI : Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan Self-Healing
KARYAWAN atau pegawai memiliki tekanan serta beban kerja demi mencapai target yang ditentukan. Sehingga sebagian karyawan mengalami kondisi mental
Oleh Kharisma Kawengian
Magister Profesi Psikologi Unika
KARYAWAN atau pegawai memiliki tekanan serta beban kerja demi mencapai target yang ditentukan. Sehingga sebagian karyawan mengalami kondisi mental yang baik-baik saja.
Tetapi bila tidak bisa menyikapi beban kerja dengan baik, lambat laun hal itu memicu mental tidak sehat seperti stres dan depresi.
Dalam kondisi stres atau depresi, karyawan tidak bisa bekerja secara masksimal, dan tentu hal ini akan membuat produktivitas menurun. Padahal dalam bekerja, karyawan dituntut untuk selalu produktif agar pekerjaan bisa cepat selesai dan melanjutkan tugas-tugas lainnya.
Gejala stres
Beberapa gejala stres (stress) tidak disadari oleh para karyawan. Dalam buku Stres Kerja oleh Robbins & Coulter (2010), gejala stres meliputi fisik, perilaku, dan psikologis.
Karyawan yang stres atas pekerjaan akan berpengaruh terhadap fisiknya yaitu timbulnya perubahan dalam metabolisme, bertambahnya detak jantung dan napas, naiknya tekanan darah, sakit kepala, dan potensi serangan jantung.
Selanjutnya berpengaruh pada perilaku karyawan dengan menurunnya produktivitas kerja, ketidakhadiran di tempat kerja (sering izin), perubahan pola makan, peningkatan konsumsi alkohol atau rokok, berbicara cepat, gelisah, dan gangguan tidur.
Selain berpengaruh pada fisik dan perilaku, yang paling utama adalah berpengaruh pada psikologis karyawan membuat lebih menurunnya produktivitas kerja.
Gejala psikologis tersebut meliputi ketidakpuasan kerja, tekanan, kecemasan, lekas marah, kebosanan, dan penundaan. Stres yang berkepanjangan akan berujung pada depresi.
Perasaan positif
Lantas apa yang harus dilakukan karyawan untuk menjaga kondisi mental agar tetap sehat sehingga kinerja dan produktivitas meningkat?
Satu di antaranya bisa diatasi dengan self-healing.
Self-healing sebutan yang sudah tidak asing lagi pada banyak orang. Saat ini sebutan tersebut sedang popular dan ramai di media sosial, yang menunjukkan bahwa seseorang sedang menyembuhkan diri dengan upaya mereka sendiri dengan melakukan hal-hal yang membawa perasaan positif.
Dilansir dari buku Self-Healing Is Knowing Your Own Self, Self-healing merupakan metode penyembuhan bukan dengan obat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-depresi.jpg)