Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Upaya Konservasi, 2.000 Bibit Alpukat Ditanam di Lereng Gunung Muria Kudus

Sebanyak 2.000 bibit buah alpukat ditanam di lereng Gunung Muria tepatnya di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (16/12/2021).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 2.000 bibit buah alpukat ditanam di lereng Gunung Muria tepatnya di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Kamis (16/12/2021).

Penanaman tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil buah dari tanaman tersebut.

Penanaman pohon buah alpukat tersebut merupakan buah kerja sama dari berbagai pihak.

Baca juga: Pertumbuhan Pasar Modal di Tengah Pandemi Mendapat Apresiasi Menko Airlangga

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Belum Terlaksana di Kab.Tegal, Fokus Target 70 Persen Dulu

Di antaranya Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK), Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), dan dinas lingkungan hidup baik provinsi maupun kabupaten.

Rektor UMK, Darsono mengatakan, penanaman 2.000 bibit tersebut merupakan program konservasi lahan yang pihaknya lakukan sejak tujuh tahun yang lalu.

Menurutnya, banyak wilayah di Kudus yang perlu adanya sentuhan konservasi.

Namun, dalam praktiknya harus menyesuaikan kearifan serta dampak sistemis terhadap ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Setelah melihat kondisi lapangan, maka yang paling tepat dalam upaya konservasi tersebut yakni dengan menanam tumbuhan yang bisa menghasilkan buah dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Dari situ, kemudian dipilihlah alpukat.

"Dari sisi iklim yang sesuai untuk konservasi dan ekonomi adalah alpukat," kata Darsono.

Upaya konservasi tersebut dinilai tidak akan sepenuhnya berhasil tanpa melibatkan masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya ingin masyarakat turut serta menjaga dan merawat hingga berujung pada peningkatan ekonomi.


"Kami berharap akan terwujud daerah konservasi yang bisa memiliki indikasi wisata dan memiliki dampak ekonomi pada masyarakat," tandas dia.

Kemudian, Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Liferdi Lukman, mengatakan, upaya konservasi di lereng Gunung Muria dengan memilih pohon buah sejalan dengan program di instansinya.

Pasalnya, pihaknya memiliki program kampung buah, kampung sayur, maupun kampung tanaman obat. Dalam program tersebut minimal di satu desa terdapat 10 hektare lahan yang ditanami tumbuhan serupa.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved