Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Rumpin Bangjo Semarang, Selamatkan Anak Rentan agar Tak Turun ke Jalan

Riuh tawa riang belasan anak di sudut kawasan Kota Lama Semarang menghiasi sore itu.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Dok Rumpin Bangjo
Relawan Rumpin Bangjo atau Rumah Pintar Abang Ijo saat belajar bersama para anak rentan, di Kota Semarang. 

Ayahnya mengalami sakit komplikasi sehingga tak bisa bekerja . Otomatis tulang punggung keluarga tersebut berada di pundak ibunya yang hanya pekerja pengelupas bawang di sebuah pasar di Semarang. 

Anak itu sempat tak bersekolah di sebuah SD swasta selama satu tahun karena tak kuat membayar. Selepas itu, Rumpin Bangjo memindahkan anak itu ke sekolah negeri yang gratis.

Sebelum ayahnya jatuh sakit dan tak bisa beraktivitas sama sekali, anak itu setiap bersekolah selalu di antar ayahnya.

Namun selepas ayahnya tak bisa mengantar, anak itu dengan tegar mau tetap bersekolah.

"Bagi saya itu contoh yang baik bagi anak-anak lain. Anak itu tak menyepelekan pendidikan. Bagi kami melihat semangat anak-anak belajar Begitu sudah sangat membahagiakan," jelasnya. 

Belajar saat Pandemi 

Di awal masa pandemi Covid-19, para relawan terpaksa menghentikan program belajar bersama dengan anak rentan.

Sebaliknya mereka cenderung lebih memikirkan keluarga anak rentan sebab orangtua mereka semakin terdesak ekonominya.

Apalagi mayoritas mereka adalah pekerja kasar di pasar yang mana saat awal pandemi pasar sangat sepi.

"Kami mau melakukan pembelajaran daring tapi mereka tak punya handphone maka kami lebih memilih memberikan mereka tugas berupa pekerjaan rumah yang nantinya akan kami periksa di temuan berikutnya," tegas Annisa. 

Di sisi lain, ia menilai, pemerintah kota Semarang sudah memberikan akses yang bagus terhadap para anak rentan di Kota Semarang.

Masih adanya anak rentan yang belum bersekolah biasanya karena orangtua tak mengetahui akses pendidikan bagi anak mereka secara gratis.

"Kebanyakan orangtua seperti itu berasal dari warga pendatang yang migrasi ke Kota Semarang jadi mereka belum tahu mengakses pendidikan bagi anak mereka," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved