Breaking News
Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Wanita Ini Ungkap Pengalaman Mengerikan Selama Jadi Tentara Korea Utara

Menurutnya, prajurit perempuan Korea Utara mengalami kelaparan, pelecehan seksual, hingga aborsi tanpa dibius.

KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Pos Pertahanan Changrindo di front barat, dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA pada 25 November 2019.(KCNA via REUTERS) 

TRIBUNJATENG.COM, KOREA UTARA - Seorang mantan prajurit perempuan Korea Utara menceritakan pengalamannya sebelum melarikan diri dari rezim Kim Jong un.

Pengakuannya membuat publik kaget.

Menurutnya, prajurit perempuan Korea Utara mengalami kelaparan, pelecehan seksual, hingga aborsi tanpa dibius.

Baca juga: Donald Trump Dihujat Pendukungnya Setelah Akui Dapat Vaksin Booster

Mantan prajurit Korea Utara, yang menggunakan nama Jennifer Kim, mengatakan para tentara perempuan harus menggunakan penutup kaki yang basah sebagai pembalut.


Mereka juga menangguh hukuman penyiksaan kolektif yang kejam dan tidak biasa.

Salah satu hukumannya adalah mencelupkan tangan ke dalam air yang diingin, kemudian digantung pada sebatang besi yang membeku di telapak tangan.

Hal itu menyebabkan dagingnya sobek saat dilepaskan.

Dikutip dari Daily Mail, Jennifer mengungkapkan sekitar 70 persen perempuan di tentara Korea Utara telah menjadi korban penyerangan dan pelecehan seksual, termasuk dirinya.

Jennifer mengungkapkan secara naluriah ia tahu apa yang akan terjadi ketika seorang penasihat politik memerintahkan untuk ke kantornya.

“Jika saya menolak permintaannya, saya tak akan menjadi anggota Partai Buruh Korea,” tuturnya.

 
“Jika saya kembali ke masyarakat tanpa bergabung dengan partai, saya akan dicap sebagai anak bermasalah dan akan distigmatisasi seumur hidup,” kata dia.

Menurutnya hal itu akan membuatnya tak akan mendapat pekerjaan yang bagus dan menimbulkan masalah saat akan menikah.

“Apa yang bisa saya pilih? Pada akhirnya, ia menyerang saya secara seksual,” katanya.

Bertahan hidup dengan tak lebih dari tiga sampai empat sendok jagung sehari, Jennifer sangat kekurangan gizi sehingga menstruasi hanya datang setiap empat hingga enam bulan sekali.

Tetapi hal itu tak mencegahnya hamil.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved