Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Rotan Wowo Bermanfaat Untuk Mengobati Kista Hingga Sebagai Kontrasepsi

Rotan tikus (Flagellaria indica Linn) atau yang biasa dikenal juga dengan rotan palsu merupakan tanaman yang termasuk dalam Famili Flagellariaceae.

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Rotan Wowo Bermanfaat Untuk Mengobati Kista Hingga Sebagai Kontrasepsi 


TRIBUNJATENG.COM - Rotan tikus (Flagellaria indica Linn) atau yang biasa dikenal juga dengan rotan palsu merupakan tanaman yang termasuk dalam Famili Flagellariaceae.

Tanaman ini juga memiliki nama daerah Selanak wowo, Wowo atau Owar.

Selain dimanfaatkan untuk pembuatan keranjang ternyata Wowo juga punya khasiat herbal.

Manfaat
Batang dari wowo dapat digunakan sebagai bahan pembuatan keranjang. Daun wowo secara tradisional telah dimanfaatkan dan dianggap memiliki khasiat.

Khasiat Wowo antara lain sebagai obat luka dan pencuci mulut.

Getah batangnya berkhasiat untuk obat sakit mata dan kontrasepsi.

Akar wowo memiliki khasiat sebagai obat kuat dan pencuci luka.

Rebusan dari batang, akar dan bunganya memiliki khaisat sebagai peluruh air seni.

Selain itu, wowo juga berkhasiat sebagai ramuan mandi bagi wanita setelah melahirkan (Dewi dkk, 2007; Wibisono & Azham, 2017).

Akar dari wowo juga berkhasiat sebagai obat kista dengan cara merebus akar wowo yang dicampur dengan akar gimto (Lygodium flexuosum) hingga mendidih lalu diminum selagi hangat (Nurrani dkk, 2014).

Beberapa studi mengenai Wowo mendapatkan potensi Wowo sebagai berikut

• Aktivitas Anti-Dengue.

Studi invitro Wowo menunjukkan bahwa terdapat aktivitas anti-dengue.

Dalam uji antivirus, Wowo menunjukkan hasil efek potensial yang signifikan dan menyarankan potensi pengembangan obat anti-DENV (Gnanaraj dkk, 2015);.

• Hepatoprotektif.

Studi mengenai mekanisme hepatoprotektif Wowo terhadap kerusakan hati yang dimediasi karbon tetraklorida (CCl-4) pada tikus dewasa menunjukkan adanya kandungan fenolik dan efek antioksidannya dapat dikaitkan dengan aktivitas hepatoprotektif. (Gnanaraj dkk, 2016)
• Antioksidan.

Studi yang dilakukan terkait kapasitas antioksidan daun Wowo dan konstituen fitokimia dari enam ekstrak yang berbedamenunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan penangkal radikal yang mungkin karena kehadiran kuat konstituen fenolik, flavonoid dan beberapa senyawa bioaktif (Gnanaraj dkk, 2015).

Morfologi
Wowo memiliki system perakaran serabut yang tumbuh ke bawah. Memiliki batang yang lurus dan licin, berkayu di bagian pangkal serta jarang ditemukan bercabang.

Daun tunggal dengan helaian daun lonjong memanjang, pangkal daun membulat, bertepi rata, pertulangan daun berjajar paralel, ujung daun menyempit dan bersulur melengkung dan licin (Yunani, 2016).

Bunganya berwarna putih, berukuran kecil dan terdapat pada ujung batang. Buah berbentuk seperti buah beri dengan warna krem atau merah muda setelah masak (Wibisono & Azham, 2017).

Ekologi
Habitat dari wowo berupa tanah lembab seperti rawa-rawa. Wowo juga tumbuh pada daerah hutan pesisir yang lembab, rawa bakau, rawa air tawar maupun wilayah di atas permukaan laut hingga 1500 m.

Kandungan Fitokimia
Penelitian mengenai kandungan wowo masih sedikit.

Salah satu penelitian mengenai kandungan pada wowo yang dilakukan oleh Rumouw (2017), yaitu didapatkan hasil dari uji kandungan fitokimia bahwa wowo mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin.

Persebaran
Rotan Wowo merupakan tanaman merambat yang ditemukan di banyak daerah tropis dan subtropis di India, Asia Tenggara, Polinesia dan Australia (Gnanaraj dkk., 2015).

Wowo bisa ditemukan di Kawasan Cagar Alam Celering dan Keling II/III yang termasuk ke dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat.

Penulis

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved