Berita Semarang

Rekrutmen PPPK Tahap 2, Guru Honorer Sekolah Negeri Bersaing dengan Guru Swasta Beserdik

Faktor kunci pendidikan unggul ada pada diri seorang guru. Kekurangan guru di sejumlah sekolah disii dengan merekrut guru honorer.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tangkapan layar webinar
Tangkapan layar Wakil Ketua Komis X DPR RI, Abdul Fikri Faqih saat mengikuti webinar terkait refleksi pendidikan akhir tahun yang diselenggarakan PGRI Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Faktor kunci pendidikan unggul ada pada diri seorang guru. Kekurangan guru di sejumlah sekolah disii dengan merekrut guru honorer.

Peningkatan mutu pendidikan harus diimbangi dengan kualitas seorang guru.

Bagaimana seorang guru berkualitas jika kesejahteraannya saja belum terjamin.

Karena itu, guru perlu memiliki kejelasan status dan kesejahteraan yang dijamin. Pemerintah tidak mampu merekrut para guru honorer menjadi aparatur sipil negara pegawai negeri sipil (ASN-PNS).

Baca juga: 70.000 Liter Minyak Goreng Digelontor untuk Operasi Pasar, Gubernur Ganjar: Semoga Harga Stabil

Baca juga: Eni Rela Antre Selepas Subuh, Ratusan PPPK Guru Buru Surat Keterangan Bebas Narkotika di BNNK Kendal

Akhirnya ada jalan keluar untuk status mereka diakui negara, yakni melalui skema aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN-PPPK). Para guru honorer pun lapang dada menerimanya.

Pada rekrutmen PPPK tahap 1, sejumlah permasalahan masih terjadi.

Antara lain formasi yang disediakan masih sedikit tidak sesuai janji pemerintah dengan membuka 1 juta formasi.

Kemudian permasalahan tidak adanya formasi bidang studi tertentu, misalnya guru bahasa daerah, agama, PAUD, dan sebagainya.

"Kebutuhan guru secara nasional ada sekitar 1 juta lebih. Belum yang pensiun mencapai 70 ribu pertahun. Namun, pada saat dibuka formasi yang ada untuk rekrutmen PPPK hanya 500 ribu, tidak sampai 1 juta," kata Ketua Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah, Muhdi saat webinar refleksi pendidikan, Kamis (30/12/2021).

Di Jateng saja, kata dia, ada kepala daerah yang mengusulkan formasi 4.000 lebih.

Tetapi juga ada yang hanya mengusulkan 300, padahal kebutuhan gurunya lebih dari angka itu.

Menurutnya, masih banyak problem yang dihadapi para guru honorer.

Belum lagi pada rekrutmen PPPK tahap 2 ini, guru swasta dan umum diperbolehkan mengikuti pross rekrutmen.

Artinya, guru honorer sekolah negeri akan bersaing dengan guru swasta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved