Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Sebarkan Virus Gemar Membaca sampai Tulang-Tulang Retak: Kisah Yulianto dan Boneka Pustaka Bergerak

Kondisi tubuh yang melemah akibat sakit, ditambah kecelakaan lalu-lintas yang dialami, menjadikan 2019 sebagai tahun yang berat bagi Yulianto (31).

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Yulianto (31), pencetus Boneka Pustaka Bergerak, menunjukkan boneka tangannya yang bernama Mumun dan sertifikat apresiasi Satu Indonesia Awards Tingkat Provinsi Jawa Tengah bidang Pendidikan yang diberikan oleh PT Astra International. 

Anak-anak usia sekolah dasar tersebut kemudian duduk di lantai berkarpet yang dikelilingi rak-rak berisi ribuan buku.

Duduk mengelilingi meja, mereka asyik mendengarkan Yulianto dan “temannya” yang bernama Mumun membacakan buku berjudul “Aku Kuat”.

Buku anak tentang alat-alat konstruksi itu berjenis pop-up. Setiap lembarannya dibuka, akan muncul ilustrasi alat berat tiga dimensi.

Adapun Mumun adalah nama boneka tangan muppet.

Boneka berkebaya kuning itu biasa digunakan Yulianto untuk mendongeng dan membacakan buku di depan anak-anak.

Selain Mumun ada juga boneka tangan muppet bernama Nana, yang diambil dari nama panggilan Najwa Shihab.

Selain itu, ada juga puluhan boneka dan mainan aneka karakter di Rumah Baca Bintang. Boneka-boneka itu boleh dimainkan semua anak yang datang.

Tapi dengan satu syarat: harus baca buku dahulu.

“Saya sering ke sini. Senang karena banyak buku. Terus boleh mainan setelah baca. Suka juga didongengi sama Om Yuli,” kata Azam, siswa kelas 2 SD.

Yulianto mengatakan, dia memang sengaja menyediakan boneka dan mainan agar anak-anak tidak jenuh usai membaca. 

“Bahkan tahun lalu ratusan boneka dan koleksi buku saya berikan secara cuma-cuma pada mereka. Sebab pandemi Covid-19 membuat mereka tidak bisa leluasa datang untuk membaca di sini. Saya beri mereka buku dan boneka supaya bisa untuk belajar di rumah,” jelas alumnus jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka Purwodadi ini.

Yulianto memang identik dengan boneka. Bahkan gerakan literasinya dikenal dengan nama Boneka Pustaka Bergerak. 

Dalam keterbatasan, dia mendirikan Rumah Baca Bintang pada 2011. Saat itu ia hanya sebatas menata buku-buku koleksi pribadinya agar bisa dibaca umum.

Kondisinya belum sebagus sekarang. Saat itu bahkan ia menggunakan kotak telur sebagai rak buku.

Baca juga: Pengerjaan Proyek Islamic Center Batang Molor, Bupati Wihaji: Ketertinggalan Harus Dikejar

Baca juga: Tak Ada Penyekatan saat Tahun Baru 2022 di Demak, Warga yang Melintas di Perbatasan Dipantau

Ketika itu ia belum dikenal sebagai pencetus boneka pustaka. Dia hanya seorang pemuda yang merasa terpanggil untuk memajukan budaya literasi di negeri ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved