Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Ciplukan, Buah Kecil Bermanfaat Untuk Antidiabetes Hingga Penyakit Jantung

Ciplukan merupakan tanaman liar yang banyak dijumpai di pekarangan rumah. Buah ciplukan banyak dikonsumsi karena mempunyai rasa yang manis.

Tayang:
Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Ciplukan 

TRIBUNJATENG.COM - Ciplukan merupakan tanaman liar yang banyak dijumpai di pekarangan rumah. Buah ciplukan banyak dikonsumsi karena mempunyai rasa yang manis.

Di balik rasanya yang manis, ternyata ciplukan mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan salah satunya sebagai obat penyakit jantung

Manfaat
Seluruh bagian ciplukan dapat dimanfaatkan untuk mengobati cacingan dan sebagai obat penurun panas, obat diabetes, darah tinggi, infeksi saluran pernafasan atau batuk berdahak, kencing nanah, penguat jantung, sakit paru-paru, penyakit kulit, dan rematik (Kartika, 2017).

Selain itu, ciplukan bermanfaat untuk pemurnian darah, pengurangan albumin pada ginjal, rekontruksi dan penguatan saraf otak, serta pengobatan penyakit prostat (Susanti et al., 2019).

Buah ciplukan bermanfaat untuk mengobati gusi berdarah dan mual, sedangkan daunnya bermanfaat sebagai obat penyakit kulit seperti bisul, borok, dan peradangan kulit.

Vitamin A yang terkandung pada buah ciplukan bermanfaat untuk menyehatkan mata, vitamin C bermanfaat untuk memperbaiki metabolisme tubuh, vitamin D bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif dan baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, serta vitamin K bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi.

Kandungan polifenol bermanfaat untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh, sekaligus melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif (Tajidan et al., 2020).

Daun ciplukan mempunyai aktivitas anti-hiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan, dan imunosupresan, antiinflamasi, antioksidan, analgesik, sitotoksik, diuretik.

Selain itu, bermanfaat untuk menetralkan racun, meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar-kelenjar, dan antitumor. Kandungan saponin dalam daun ciplukan bermanfaat sebagai antitumor dan menghambat pertumbuhan kanker (Widaryati, 2019).

Manfaat ciplukan sangat beragam.

Di lembah Amazon, ciplukan dimanfaatkan sebagai obat penenang, depuratif (pembersih darah), antirematik, dan untuk meredakan sakit telinga.

Di Taiwan, dimanfaatkan sebagai obat diabetes, hepatitis, asma, dan malaria.

Di Peru, daunnya dimanfaatkan sebagai obat penyakit hati, malaria, dan hepatitis.

Sedangkan di Afrika Barat, ciplukan dimanfaatkan untuk menyembuhkan kanker. Buah ciplukan mempunyai manfaat untuk mengobati beberapa penyakit seperti penyakit jantung, asma, demam, tekanan darah tinggi, kanker payudara, menghilangkan kuning pada bayi yang baru lahir, kencing kotor, menyadarkan orang pingsan, stroke, kencing manis, sakit persendian, menurunkan kolesterol, tambah darah, penawar racun, diabetes, epilepsi, hingga penyakit kulit seperti kurap (Kusumaningsih et al., 2021).

Morfologi
Ciplukan (Physalis angulata) merupakan tanaman perdu yang termasuk kedalam familia Solonaceae. Daun ciplukan mempunyai bentuk bulat telur atau oval, ujungnya meruncing, tepi daun menyirip, pertulangan daun menjari, tekstur permukaan daun licin, berwarna hijau-hijau kekuningan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved