Berita Kesehatan
Ciplukan, Buah Kecil Bermanfaat Untuk Antidiabetes Hingga Penyakit Jantung
Ciplukan merupakan tanaman liar yang banyak dijumpai di pekarangan rumah. Buah ciplukan banyak dikonsumsi karena mempunyai rasa yang manis.
Benih ciplukan berkecambah dengan baik pada suhu 270 - 300 C, fotoperiodisasi lebih dari 8 jam, dan umur simpan selama 12 bulan (Susanti et al., 2019).
Persebaran
Ciplukan berasal dari Peru, Amerika Latin yang kemudian tersebar ke Amerika, Pasifik, Australia, dan Asia.
Di Indonesia, ciplukan mempunyai beberapa nama lokal seperti cecenet (Sunda), nyornyoran (Madura), keceplokan (Bali), dedes atau leletep (Sumatera), dan leletokan (Minahasa) (Kusumaningsih et al., 2021).
Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat Ciplukan dapat ditemukan di semua kawasan, yaitu Cagar Alam (CA) Keling Iabc, CA Keling II/III, CA Kembang dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ciplukan.jpg)