Vaksinasi

Booster Vaksin Ilegal Surabaya Dicurigai Libatkan Pejabat dan Aparat

Kabar terjadinya praktik penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster ilegal ke masyarakat umum di Surabaya.

Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Ilustrasi vaksin boaster 

TRIBUNJATENG.COM SURABAYA -- Kabar terjadinya praktik penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster ilegal ke masyarakat umum di Surabaya.

Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Agus Sarwono menduga ada keterlibatan pejabat dan aparat dalam kasus tersebut.

Menurutnya, sindikat penyuntikan booster ilegal itu mendapat pasokan vaksin dari petugas yang punya wewenang menyimpan atau mendistribusikan ke daerah.

"Dari mana dia dapat vaksin itu, kan tidak mungkin tidak melibatkan pejabat, tidak mungkin ujug-ujug vaksin datang.

Sementara kita tahu persis bahwa distribusi vaksin dari pusat ke daerah," kata Agus, Rabu (5/1).

"Saya sangat yakin yang terjadi di Surabaya diduga melibatkan aparat sipil ataupun yang lainnya," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan Relawan LaporCovid-19, Amanda Tan.

Menurutnya, sulit diakui jika penyuntikan booster vaksin ilegal tidak melibatkan aparat.

Pasalnya, kata dia, pengadaan distribusi vaksin Sinovac dikendalikan oleh pemerintah dan dikawal oleh aparat.

Jika vaksin itu bisa sampai ke seseorang berinisial Y selaku penyelenggara penyuntikan booster vaksin, maka orang yang paling bertanggung jawab adalah orang pertama yang memasok vaksin tersebut.

"Menurut kami yang perlu diawasi dan ditangkap adalah mereka yang mengoper pertama itu," ucapnya.

Menurut Amanda, seseorang berinisial Y yang menyelenggarakan penyuntikan booster vaksin ilegal hanya orang ketiga.

Tinggal bagaimana kepolisian transparan dalam mengusut kasus tersebut ihwal keterlibatan pejabat dan aparat.

"Siapa sih yang memberikan vaksin tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved