Berita Semarang

Bapenda Jawa Tengah Ajak ASN Patuh Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

Bapenda Provinsi Jawa Tengah tak berhenti berupaya meningkatnya disiplin dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Petugas gabungan dari Bapenda Jawa Tengah, Inspektorat, BKD, Satpol PP dan Kepolisian melakukan razia pajak kendaraan bermotor di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah tak berhenti berupaya meningkatnya disiplin dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Melalui program Gerakan Disiplin Pajak Untuk Rakyat Provinsi Jawa Tengah (Gadis Pantura), Bapenda Jawa Tengah mengajak seluruh ASN khususnya bagi pegawai di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk patuh pada kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Kegiatan berupa razia Pajak Kendaraan Bermotor tersebut dilakukan untuk menggenjot realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022, menangani tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor dan tentunya ASN harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat Jawa Tengah untuk patuh membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Baca juga: Kota Semarang Bakal Punya Taman Parkour Berstandar Internasional, Sedang Dibangun di Lamper Tengah

Baca juga: Ada Razia Knalpot Brong Serentak di Jawa Tengah, Ratusan Sepeda Motor Terjaring Polisi

Baca juga: Bang Titil Subang Tewas di Warung Togel Semarang, Status WA Terakhirnya: Tinggal Tiket ke Singapur

Menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah, dan Kepolisian, razia telah dimulai Selasa (11/1/2022) di Kantor Bapenda Jawa Tengah.

Razia dilanjutkan dengan menyasar lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah serta kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Rabu (12/1/2022).

Dari razia yang sudah dilakukan, terdapat 96 kendaraan kedapatan menunggak pajak.

Terdiri dari Bapenda Jawa Tengah 28 kendaraan, Disperindag Jawa Tengah 21 kendaraan, Dinsos Jawa Tengah 27 kendaraan, dan Disnakertrans Jawa Tengah 20 kendaraan.

Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor Bapenda Jawa Tengah, Danang Wicaksono mengatakan, dengan program Gadis Pantura ini diharapkan seluruh OPD tertib dalam mengganggarkan dan memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor dinas/operasionalnya.

"Para pegawai di lingkungan Pemda baik provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah juga tertib dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor sehingga dapat menggugah atau mengajak saudara, tetangga sekitar dan masyarakat yang belum tertib pajak untuk memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor," katanya.

Dengan begitu, maka pada akhirnya akan meningkatnya peran serta masyarakat dalam berpartisipasi membangun jawa tengah melalui pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor.

"Istilahnya, wani numpaki kudu wani majeki (berani menaiki harus berani membayar pajak)," jelasnya.

Razia dilakukan dengan menyasar kendaraan bermotor milik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Nantinya, razia akan dilakukan di instansi atau dinas lainnya sebelum diterapkan pada masyarakat umum.

"Ini menjadi contoh sebelum diterapkan di masyarakat, terlebih dahulu para ASN ini tertib pajak," tuturnya.

Diakuinya, dari hasil razia yang dilakukan, ditemukan sejumlah kendaraan milik ASN belum membayar pajak atau menunggak. Bagi ASN yang kedapatan menunggak, langsung difasilitasi pembayaran pajaknya oleh tim gabungan.

Baca juga: Video Vaksinasi Booster di Semarang Dimulai Diutamakan untuk Lansia

Baca juga: Baru di Semarang, Hotel Aruss Berbintang Empat dengan Pemandangan 360 Derajat

Sekda Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi upaya Bapenda Jawa Tengah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor melakukan program Gadis Pantura.

"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Bapenda. Sebenarnya, para ASN ini mempunyai kemampuan untuk membayar pajak kendaraan bermotornya. Hanya saja mungkin karena kesibukan sehingga terlupa untuk membayar pajaknya," kata Sumarno, yang menyempatkan diri meninjau razia pajak kendaraan bermotor di sela gowes pagi.

Dengan program Gadis Pantura tersebut, Sumarno berharap tingkat kepatuhan membayar pajak para wajib pajak juga meningkat. Dengan begitu, maka ada peningkatan pendapatan daerah.

"Tidak menutup kemungkinan nantinya razia ini juga dilakukan bagi masyarakat umum. Untuk sementara memang menyasar para ASN agar menjadi contoh bagi masyarakat patuh membayar pajak kendaraan bermotor," harapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved