Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Erupsi Gunung Api Tonga Potensial Sebabkan Kerusakan Lingkungan Jangka Panjang

letusan gunung berapi bawah laut Tonga dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang, mengikis garis pantai, dan mengganggu perikanan.

Editor: Vito
Commonwealth.org via Kompas.com
ilustrasi - Tonga, negara di Kepulauan Pasifik. 

"Sekarang area terumbu karang yang luas di daerah yang terkena dampak langsung di Hunga Tonga mungkin terkubur dan tertutup oleh endapan abu vulkanik yang besar,” kata Tom Schils, ahli biologi kelautan di University of Guam, yang telah mempelajari letusan gunung berapi dan karang di Kepulauan Mariana Utara.

Letusan semacam itu juga melepaskan lebih banyak zat besi ke dalam air, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ganggang biru-hijau dan bunga karang yang semakin merusak terumbu.

"(Perbaikan) Terumbu karang mungkin harus dimulai dari awal. Ini adalah sebuah proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun," kata Brian Zgliczynski, ahli ekologi terumbu karang di Scripps Institution of Oceanography, California.

“Spesies yang lebih toleran terhadap kualitas air yang buruk akan datang lebih dulu. Sementara karang keras dan ikan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali," tambahnya.

Garis pantai yang terkikis
Hilangnya terumbu karang juga akan memengaruhi kemampuan Tonga untuk mengatasi kenaikan air dan gelombang badai.

Ini menjadi perhatian Tonga, di mana perubahan iklim mendorong permukaan laut naik sekitar 6 milimeter (0,2 inci) per tahun atau dua kali lipat rata-rata global.

Dalam laporan 2015 , Tonga menilai penyangga badai alami termasuk terumbu karang serta lamun pesisir dan bakau sekitar 11 juta dollar AS per tahun.

Dengan letusan terbaru, pengukur permukaan laut Tonga mencatat gelombang tsunami 1,19 meter (hampir empat kaki) sebelum berhenti melaporkan.

Tsunami diketahui menyebabkan erosi pantai yang cepat. Sebelum sistem komunikasi mati, video mengungkapkan kerusakan pada tembok laut buatan manusia.

“Pertahanan pantai dan tanah reklamasi semuanya bisa terkena dampak kuat oleh gelombang tsunami, membuat pulau-pulau lebih rentan,” kata Ahli vulkanologi, Cronin. (Kompas.com/Tribunnews)

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved