Berita Kabupaten Tegal

Waspada Kasus DBD di Kabupaten Tegal, Berikut Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Menanggulangi 

Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau untuk waspada selain terjadinya potensi bencana alam juga mulai maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
Dokumentasi Foto Kiriman Narasumber 
Salah satu upaya mencegah terjangkit demam berdarah dengue (DBD) yaitu dengan melakukan fogging di area rumah atau tempat tinggal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Memasuki musim hujan, masyarakat diimbau untuk waspada selain terjadinya potensi bencana alam juga mulai maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Pada kesempatan ini, Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kabupaten Tegal Bagus Johan Maulana, mengimbau masyarakat khususnya warga Kabupaten Tegal untuk lebih waspada terlebih jika ada barang bekas yang di dalamnya terdapat genangan air. 

Terlebih masa pandemi Covid-19 ini, banyak tempat atau fasilitas umum yang terabaikan kebersihannya, dan berpotensi menjadi sarang atau rumah bagi nyamuk. 

Baca juga: Menilik Home Stay Lapas Terbuka Kendal, Bisa Digunakan Wargabinaan dan Keluarga Menginap

Baca juga: Nelayan Kendal Pulang Lebih Awal, Gelombang Tinggi Di Tengah Laut Rasanya Seperti Tsunami

Baca juga: Dinas Perdagangan Akan Evaluasi Penataan Pasar Johar Semarang

Pihaknya pun sudah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi DBD, seperti sosialisasi ke masyarakat, memberantas sarang nyamuk, pemberian  larvasida, dan fogging atau pengasapan.

"Masyarakat saya imbau untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, plus nya adalah upaya agar tidak digigit nyamuk," terang Johan pada Tribunjateng.com, Selasa (18/1/2022).

Sementara yang dimaksud upaya agar tidak digigit nyamuk, lanjut Johan, di antaranya memakai loution anti nyamuk, obat anti nyamuk, memakai baju lengan panjang, memberikan udara dan pencahayaan yang cukup ke ruangan. 

Selain itu, bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, teknologi tepat guna (larvi trap), dan mengurangi menggantung baju di sembarang tempat.

"Intinya warga harus mulai berhati-hati dan waspada. Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa awal tahun 2022 ini tepatnya sampai minggu kedua sudah ada empat kasus DBD, sehingga mari mulai lakukan upaya penanggulangan dan 3M plus," imbau Johan. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved