Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Amerika Perintahkan Keluarga Pegawai Kedutaan Segera Keluar dari Ukraina, Bakal Ada Perang

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS) memerintahkan keluarga personel Kedutaan Besar AS yang tinggal di Ukraina untuk mulai mengungsi set

Editor: m nur huda
Anatolii STEPANOV / AFP
Seorang prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di parit, garis depan perbatasan dengan Rusia, dekat desa Luganske, wilayah Donetsk, 11 Januari 2022. 

 

TRIBUNJATENG.COM, KIEV - Para keluarga pegawai Kedutaan Besar AS yang tinggal di Ukraina diminta untuk mulai mengungsi setidaknya Senin (24/1/2022).

Perintah tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS). 

Kementerian itu juga dilaporkan akan memberi tahu warga negaranya di Ukraina minggu depan, untuk berangkat melalui penerbangan komersial “selama itu masih tersedia,” kata seorang pejabat kepada Daily Mail pada Sabtu (22/1/2022).

Perintah itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bertemu di Jenewa pada Jumat (21/1/2022), untuk pembicaraan krisis mengenai krisis Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meramalkan perang 'skala besar' dengan Rusia, jika negara adidaya itu berusaha menduduki kota industri Kharkiv.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kiri, menyapa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelum pertemuan mereka, di Jenewa, Swiss, Jumat, 21 Januari 2022.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kiri, menyapa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelum pertemuan mereka, di Jenewa, Swiss, Jumat, 21 Januari 2022. (AP PHOTO/ALEX BRANDON)

Dia meyakini wilayah itu menjadi target karena ada memiliki populasi berbahasa Rusia yang besar.

Kharkiv, di Ukraina Timur, adalah kota terbesar kedua di bekas republik Soviet dengan populasi sekitar 1,4 juta, dan Zelensky percaya itu adalah target yang 'layak' untuk Vladimir Putin.

Blinken mengatakan tidak ada terobosan dalam pembicaraan dengan mantan saingan Perang Dingin AS, dalam upaya untuk mencegah perang yang diyakini akan segera terjadi dengan Ukraina.

Dalam sambutannya di kedutaan Amerika di Kiev pada Rabu (19/1/2022) setelah bertemu dengan Presiden Zelensky, Blinken memperingatkan bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dalam 'pemberitahuan yang sangat singkat'.

Blinken bertemu dengan Presiden Zelensky awal pekan ini ketika pemerintahan Biden mengatakan akan memberikan tambahan 200 juta dollar (Rp 2,8 triliun) dalam bantuan militer defensif ke negara itu di tengah meningkatnya kekhawatiran akan invasi Rusia.

“Kami tahu bahwa ada rencana untuk meningkatkan kekuatan (Rusia) itu bahkan lebih banyak lagi dalam waktu yang sangat singkat.”

Blinken mengatakan kepada staf kedutaan di Kiev: "Itu memberi Presiden Putin kapasitas, juga dalam waktu yang sangat singkat, untuk mengambil tindakan agresif lebih lanjut terhadap Ukraina," kata Blinken.

Dia juga menyatakan bahwa solusi diplomatik yang damai masih menjadi prioritas, tetapi menekankan situasinya sepenuhnya reaktif terhadap tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya sangat, sangat berharap bahwa kita dapat menjaga ini di jalur diplomatik dan damai, tetapi pada akhirnya, itu akan menjadi keputusan Presiden Putin," kata Blinken.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved