Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Brand Kudus Kota Empat Negeri Dibedah, Ini Pendapat Para Ahli

HM Hartopo berharap Kudus menjadi daya tarik para investor dan mampu mendulang keuntungan di bidang pariwisata.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
Diskominfo Kudus
Bupati Kudus, HM Hartopo. 

Hanya ada satu narasumber, yakni Agus Susanto.

Dia merupakan Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Kudus.

Dalam penjelasannya, Kudus sudah dihuni oleh tiga etnis berbeda sejak sebelum abad 16.

Mulai dari etnis Jawa dari Lasem, karena saat itu Kudus secara teritori masuk dalam Pulau Muria di bawah kendali kerajaan Lasem.

Kemudian etnis selanjutnya yakni China.

Kelompok bangsa ini juga datang dari Lasem.

Hal ini didasarkan dengan keberadaan Kelenteng Cu An Kiong di Lasem.

Agus hanya menjelaskan sekelumit.

Bahwa kelenteng tersebut dibangun oleh etnis China menggunakan kayu jati pada abad 15.

Saat kelenteng dipugar, didatangkanlah pengukir asal Guangdong.

Para ahli ukir tersebut, cerita singkat Agus, kemudian menetap di Kudus.

Selain kedua etnis tersebut, ada etnis Arab yang kata Agus, mereka datang dari kota-kota di Pantai Utara Jawa Timur.

Terakhir yakni bangsa Eropa pada penjajahan Belanda antara 1602-1989.

Kata Agus, hal ini dimulai sejak VOC membuka pos dagang di Jepara hasil perjanjian dengan Amangkurat I.

Dari situ bisa disimpulkan, bahwa Kudus dalam perjalanannya dihuni oleh bermacam kelompok dari berbagai etnis.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved