OPINI
OPINI Athok Mahfud : Masa Depan Sarjana di Saat Pandemi
MENJELANG Hari H Wisuda teman saya dirundung kegelisahan. Baginya, momen wisuda hanyalah euforia sesaat.
Namun pertanyaannya, apa yang harus dilakukan sarjana kita agar mampu survive di tengah kondisi ini?
Jadikan Tantangan
Sudah menjadi siklus hidup di era industri modern, bahwa setelah lulus kuliah, sarjana akan terjun ke dunia kerja. Bahkan kini mencari pekerjaan bukan lagi hanya sebatas tuntutan, melainkan ajang perlombaan.
Terlepas dari itu, jika melihat situasi pandemi covid-19, dampak yang ditimbulkan juga berimbas kepada sulitnya mencari pekerjaan.
Sementara di sisi lain, perusahaan atau institusi juga akan menyesuaikan dengan situasi. Riset dari Resolution Foundation menyatakan bahwa ketatnya persaingan ekonomi di masa pandemi akan membuat perusahaan lebih selektif dalam perekrutan karyawan.
Perusahaan akan lebih berfokus pada calon pegawai berpengalaman daripada berprospek pada lulusan baru.
Kondisi ini pastinya akan menjadi persoalan serius bagi para sarjana di Indonesia. Karena risiko terburuk di tengah ketatnya persaingan dunia kerja ialah menjadi pengangguran.
Selain harus bersaing dengan para lulusan baru lainnya, sarjana juga harus menghadapi para karyawan yang sudah di-PHK yang jelas-jelas sudah memiliki pengalaman lebih di dunia kerja.
Meski begitu, bukan berati menutup peluang para sarjana untuk bersaing. Namun persoalannya ialah bagaimana sarjana memandang hal tersebut.
Pasalnya kebanyakan sarjana menjadikan pekerjaan sebagai beban, bukan tantangan. Ketika memandangnya sebagai beban yang harus dijalani, tentu terasa berat. Berbeda jika menjadikannya sebagai tantangan yang harus dihadapi, maka lebih termotivasi dan semakin menguatkan tekad untuk menyiapkan masa depan.
Dalam konteks ini, langkah utama yang harus dilakukan yaitu mengubah pola pikir (mindset). Persaingan di dunia kerja yang awalnya dijadikan beban, harus diubah dengan menjadikannya sebagai tantangan.
Sehingga perubahan pola pikir ini akan menuntut sarjana meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri, supaya mampu menaklukkan tantangan yang kompleks dalam dinamika kehidupan.
Aktualisasi Diri
Menurut Abraham Maslow, filsuf dan ahli psikologi asal Amerika, untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan hidup, seseorang dapat melakukannya melalui proses aktualisasi diri.
Yakni menggunakan seluruh kemampuan dan potensi untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan.