Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purwokerto

Ukraina, Guru Besar Unsoed: Peran Indonesia Dibutuhkan Secara Individu Maupun Regional ASEAN

Bukan sekadar gertak sambal, Rusia akhirnya benar-benar menyerang Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina s

TRIBUNBANYUMAS/Ist. Fakultas Hukum Unsoed
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Ade Maman Suherman SH.,MSc. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bukan sekadar gertak sambal, Rusia akhirnya benar-benar menyerang Ukraina

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina secara resmi sejak Kamis (24/2/2022).

Serangan Rusia kemudian dimulai dengan ledakan di sejumlah kota di Ukraina, termasuk Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. 

Hingga saat ini ketegangan masih berlangsung. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Ade Maman Suherman SH.,MSc mengatakan apa yang terjadi antara Rusia dan Ukraina adalah bentuk krisis perdamaian dan keamanan global yang serius dan multidimensional.

Pakar hukum lulusan University of Groningen, Belanda berpandangan permasalahan kedua negara sangat kompleks.

"Putin menganggap Ukraina dikendalikan Eropa dan sempat tahun 2014 presiden pro Rusia digulingkan karena tidak mau bergabung dengan uni Eropa.

Sebagian penduduk Ukraina adalah etnis Rusia," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/2/2022). 

Perang Rusia - Ukraina merupakan akumulasi persoalan sejak uni-soviet bubar.

Hal itu adalah wujud perang ideologi kapitalis vs sosialis yang berdampak pada wilayah Eropa timur semakin liberal. 

Dalam situasi seperti sekarang ini, Indonesia dituntut pula untuk dapat berperan dalam menciptakan perdamaian dunia. 

"Langkah Indonesia membantu secara aktif perdamaian dunia baik secara individu maupun melalui peran regional Asean. 

Kemungkinan terburuk perang terbuka antara NATO versus Rusia dan AS akan terlibat dan dampak terburuk lainnya adalah korban jiwa dan pengungsi yang masif kemana-mana," katanya. 
 
Prof Ade mengatakan solusi dalam situasi perang seperti ini adalah kedua belah pihak saling menahan diri dan menepati komitment masing masing pihak serta idak memaksakan diri secara sistemik. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Lawan Persikabo, Finky Pasamba Diragukan Bisa Tampil, Gelandang Andalan PSIS Semarang Alami Cedera

Baca juga: Keren, FAI UMP Purwokerto Gelar Pentas Wayang Saat Pelepasan Calon Wisudawan

Baca juga: Mahasiswa Politik Unsoed Purwokerto Magang di KPU Banyumas

Baca juga: Bupati Bengkayang Kunjungi Ratusan Putra Daerah di UKSW Salatiga

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved