Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Warga Ukraina Ejek Tentara Rusia karena Tank Mogok Kehabisan Bahan Bakar

Pengemudi Ukraina mengejek tentara Rusia yang tanknya rusak saat perjalanan ke Kiev, Ibu Kota Ukraina.

Tayang:
ALJAZERA
Ilustrasi Tank 

TRIBUNJATENG.COM, KIEV - Banyak video bermunculan di media sosial terkait invasi militer Rusia ke Ukraina.

Salah satunya, rekaman yang menampilkan pengemudi Ukraina mengejek tentara Rusia yang tanknya rusak saat perjalanan ke Kiev, Ibu Kota Ukraina.

DilaporkanDaily Mail, rekaman dimulai dengan pengemudi yang berhenti di tank Rusia yang tampaknya sedang bermasalah.

Baca juga: WAWANCARA, Mantan Dubes di Rusia: Saya Lihat Invasi Ini bukan Mencaplok Ukraina Hanya Beri Pelajaran

Tentara Rusia yang ditemuinya di pinggir jalan mengatakan bahwa mereka membutuhkan bahan bakar.

Dia lantas mengejek, bertanya apakah mereka membutuhkan "derek untuk kembali ke Rusia".

Hal ini lantas memicu gelak tawa.

Potongan video yang dibagikan secara luas di media sosial itu, tampaknya menunjukkan pertemuan antara sekelompok orang Ukraina dan Rusia di sisi jalan di luar ibukota Ukraina.

Rekaman itu dimulai dengan pengemudi yang melambat hingga berhenti saat mendekati tank Rusia.

Tank itu tampak mogok di sisi jalan, seperti menunggu solar.

 
Pengemudi Ukraina lantas menurunkan kaca jendelanya sebelum dengan bercanda menawarkan untuk menarik pasukan kembali ke Rusia.

Hal ini langsung memicu gelak tawa dari semua yang terlibat.

Ratusan orang, termasuk mantan jurnalis Ukraina Victor Kovalenko, membagikan terjemahan dari percakapan lucu dalam video tersebut.

Pertempuran memang telah berkecamuk di dalam dan sekitar kota-kota besar Ukraina selama tiga hari berturut-turut.

Kementerian pertahanan Kiev sejauh ini mencatat kerugian Rusia sekitar 2.800 tentara, 80 tank, 516 kendaraan lapis baja, dan 10 pesawat terbang dan tujuh helikopter.

Pakar intelijen telah memperkirakan perang dengan biaya sekitar 15 miliar pounds per hari dengan Ukraina itu tidak lagi direncanakan karena Kremlin terlalu percaya diri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved