Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Presiden Ukraina Marah NATO Tolak Terapkan Zona Larangan Terbang

Dalam sebuah pidato berapi-api, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerang para pemimpin NATO.

Tayang:
AFP / GENYA SAVILOV via Kompas.com
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam sebuah pidato berapi-api, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerang para pemimpin NATO atas penolakan mereka untuk menerapkan zona larangan terbang di seluruh negeri.

Menurut Zelensky, keengganan Barat untuk campur tangan telah memberi Rusia "lampu hijau" untuk terus membombardir kota-kota dan desa-desa.

Reservasi Barat, lanjut Zelensky, menunjukkan bahwa tidak semua orang menganggap perjuangan untuk kebebasan sebagai tujuan nomor satu Eropa.

Baca juga: Umumkan Gencatan Senjata di 2 Kota Ukraina, Rusia Izinkan Penduduk Pergi Mengungsi


"Semua orang yang akan mati mulai hari ini juga akan mati karenamu. Karena kelemahanmu, karena perpecahanmu," kata Zelensky yang marah, seperti diberitakan BBC, Sabtu (5/3/2022).

NATO Tolak Menerapkan Zona Larangan Terbang

Sekretaris jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengumumkan keputusan NATO menolak seruan Ukraina untuk zona larangan terbang setelah pertemuan mendesak dari aliansi 30 anggota di Brussels.

Dia mengatakan, membantu Ukraina melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia akan membutuhkan pasukan NATO untuk menembak jatuh pesawat Rusia.

Menurutnya, hal ini sebuah langkah yang dapat mengakibatkan perang penuh di Eropa yang melibatkan lebih banyak negara.

“Kami bukan bagian dari konflik ini,” katanya, Sabtu, dilansir Al Jazeera.

 
“Kami memiliki tanggung jawab sebagai sekutu NATO untuk mencegah perang ini meningkat di luar Ukraina karena itu akan lebih berbahaya, lebih menghancurkan dan akan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia," jelasnya.

Tentang NATO dan Zona Larangan Terbang

Dikutip dari CNN, Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO adalah sekelompok 30 negara Amerika Utara dan Eropa.

Menurut NATO, tujuan mereka adalah untuk menjamin kebebasan dan keamanan para anggotanya melalui cara-cara politik dan militer.

Aliansi ini dibentuk pada tahun 1949 sebagai tanggapan atas dimulainya Perang Dingin.

Tujuan awalnya adalah untuk melindungi Barat dari ancaman yang ditimbulkan oleh Uni Soviet.

Sejak akhir Perang Dingin, banyak negara bekas Soviet bergabung dengan NATO, yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin kesal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved